Selasa, 21 September 2010

Jadwal Pertandingan Persib ISL 2010-2011

berikut jadwal pertandingan Persib di Indonesia Super League tahun 2010-2011, yang tertera di bawah adalah jadwal untuk putaran 1, karena untuk jadwal putaran 2 belum dirilis secara resmi oleh PT.Liga Indonesia.

Jadwal Persib Putaran 1 ISL 2010-2011 :

Rabu,28 September 2010, Persela vs PERSIB
Sabtu, 02 Oktober 2010, Deltras vs PERSIB

Sabtu,16 Oktober 2010 PERSIB vs Persiba
Sabtu,23 Oktober 2010 PERSIB vs PSM

Sabtu,30 Oktober 2010 Persija vs PERSIB
Salasa,02 November 2010 PSPS vs PERSIB

Rabu,05 Januari 2011 PERSIB vs Persibo
Sabtu,08 Januari 2011 PERSIB vs Persijap

Minggu,16 Januari 2011 Bontang FC vs PERSIB
Kamis,20 Januari 2011 Persisam vs PERSIB

Minggu,23 Januari 2011 PERSIB vs Arema
Rabu,26 Januari 2011 PERSIB vs Persema

Minggu,30 Januari 2011 Persiwa vs PERSIB
Rabu,02 Februari 2010 Persipura vs PERSIB

Minggu,06 Februari 2010 PERSIB vs Pelita Jaya
Rabu,09 Februari 2010 PERSIB vs Semen padang

*Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu

Kamis, 12 November 2009

Persib Berharap pada Suchao

USAI dikalahkan Persikabo Kab. Bogor 0-1, Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar memang masih bisa mengumbar senyum. Kepada para wartawan, ia pun sempat menyatakan, kekalahan yang dialami Cristian Gonzales dan kawan-kawan bukan merupakan masalah besar.

"Ini 'kan hanya pertandingan uji coba. Cuma pertandingan hiburan. Jadi, tidak ada masalah," kata Umuh, usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Persikabo Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (10/11) itu.

Tapi di balik senyum dan tawanya, Umuh tetap gagal menyembunyikan kekhawatiran akan performa tim asuhan Jaya Hartono yang tak kunjung meyakinkan. Padahal, laga krusial melawan Pelita Jaya Karawang, tinggal tersisa 10 hari lagi. "Kalau kalah lagi dari Pelita Jaya, rasanya sudah keterlaluan," ujarnya.

Karena tidak ingin kalah lagi, Umuh berkali-kali mengingatkan pelatih Jaya Hartono untuk bisa memasang komposisi pemain yang pas dan jitu, saat melawan Pelita Jaya. Umuh juga sangat berharap kontribusi positif dari enam pemain pilarnya yang saat ini tengah memperkuat tim nasional Indonesia dan Thailand di babak kualifikasi Piala Asia 2011.

Dari keenam pemain tersebut, harapan paling besar Umuh adalah pada pemain anyar asal Thailand, Suchao Nuchnum. Berdasarkan pengamatannya --dari satu-satunya pertandingan yang dimainkan Nuchnum bersama Persib, yaitu ketika menghadapi Persib U-21-- Umuh sangat optimis, kehadiran pemain berusia 26 tahun itu bisa mendongkrak performa Persib.

"Yang agak membuat saya tenang sekarang adalah bagusnya penampilan Nuchnum. Saya sangat berharap, Nuchnum bisa tampil konsisten sehingga bisa memberikan kontribusi di pertandingan sesungguhnya. Saya percaya, Persib masih bisa bangkit," katanya.

Tak Ada Agenda Uji Coba Lagi

Pertandingan melawan Persikabo Kab. Bogor di Stadion Persikabo Cibinong, Selasa (10/11), dipastikan bakal menjadi laga uji coba terakhir yang dilakoni Persib Bandung. Tepatnya sebelum menjamu Pelita Jaya Karawang, pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November mendatang.

Tim pelatih Persib hanya akan memaksimalkan game internal untuk menguji kesiapan anak asuhnya hingga menjelang laga ketiga di LSI itu.

"Setelah lawan Persikabo tidak ada pertandingan uji coba lagi. Rencana lawan Persipasi ditiadakan. Kita hanya akan mengoptimalkan game internal saja. Kalaupun ada pertandingan dengan tim lain, hanya sebatas refreshing, bukan uji coba," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (11/11).

Pertandingan refreshing yang dimaksud, game ringan yang akan dilakukan para pemain sebagai pertandingan hiburan, pada acara jamuan makan yang dilakukan Manajer Tim Persib, H. Umuh Muchtar di Jln. Desa, Desa Ciluluk, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Sabtu (14/11) mendatang.

Pelatih Persib, Jaya Hartono membenarkan, dirinya sudah tidak mengagendakan pertandingan uji coba lagi usai kekalahan dari Persikabo. Dikatakan, untuk mengasah dan menguji kesiapan pasukannya, ia hanya akan melakukan game internal sesama anggota tim di sela-sela sesi latihan yang dilakukan.

"Kalau pertandingan uji coba, tidak ada lagi. Kita hanya akan optimalkan game internal. Kita sudah akan konsentrasi lawan Pelita Jaya," katanya.

Berendam

Sekembalinya dari Bogor, Rabu (11/11), para pemain Persib diliburkan dari sesi latihan. Seluruh pemain, termasuk Airlangga yang tengah menjalani masa pemulihan cedera hamstring, hanya diwajibkan berendam di Kompleks Batununggal Indah Bandung pada sore hari.

"Besok (hari ini, red) kita mulai berlatih lagi untuk pagi dan sore," ujar Jaya.

Bertumpu pada Motivasi

PERSIB sedang berada pada situasi sulit, setelah menelan dua kelahan beruntun di Liga Super Indonesia. Terpuruk di bawah tekanan dan tuntutan banyak pihak untuk selalu menang, tetapi kondisi internal secara teknis sendiri belum memungkinkan untuk terciptanya permainan ideal.

Kekalahan dari tim Divisi Utama Persikabo Bogor, pada laga uji coba menjadi hasil minor yang selain membuat Umuh Muchtar sang manajer malu, juga memperbesar tekanan bagi skuad "Pangeran Biru" sebelum duel derby Jawa Barat kontra Pelita Jaya sembilan hari ke depan.

Pemain paling senior di Persib Cecep Supriyatna menilai, keadaan seperti ini merupakan hal wajar bagi tim sebesar Persib. Namun, kiper berumur 34 tahun itu juga tidak menyangkal kalau halangan teknis adalah masalah besar, yang mesti segera dibenahi. Menurut Cecep, kolektivitas dan kerja sama antarpemain Persib saat bertanding masih tergolong jelek. Hal ini berdampak pada organisasi permainan, yang juga menjadi tidak berfungsi ideal (tidak menghasilkan banyak peluang dan gol).

Absennya empat pemain lama dan dua pemain asing tambahan pada masa persiapan, menjadi penghambat terbentuknya kerja sama tim yang baik. Selain itu, perbedaan kualitas cukup jauh antara pemain inti dan pelapis juga dinilai Cecep bisa menimbulkan masalah baru dalam mengarungi kompetisi yang panjang.

"Kami memang harus memperbanyak latihan kerja sama, karena dari segi organisasi permainan tim ini memang belum bagus. Kehilangan para pemain timnas sangat berpengaruh, karena mereka punya peran penting belum bisa digantikan dengan baik oleh pemain yang ada," kata kiper yang berkostum Persib pada 1996 itu.

Kesempatan bermain untuk memperbanyak jam terbang adalah solusi untuk sedikit mempersempit jarak perbedaan. "Memang terasa jauh bedanya, jika membandingkan pemain reguler dengan cadangan. Perlu kesempatan lebih banyak dari pelatih agar pengalaman mereka bertambah, sehingga tidak canggung ketika berada pada situasi (banyak pemain inti yang absen) seperti ini," ujarnya.

Pengalaman bertanding kontra Persikabo menurut Cecep merupakan pelajaran belum padunya kerja sama para pemain pelapis.

"Namun kami juga tidak bermain buruk. Kami bisa membuat beberapa peluang meskipun tidak beruntung menyelesaikannya menjadi gol. Kesempatan dan kepercayaan lebih banyak bisa membuat permainan para pemain muda lebih percaya diri dan tidak kaku saat dipercaya jadi starter," ujarnya.

Sisa waktu sembilan hari, dengan waktu efektif cuma dua hari untuk berlatih pada komposisi pemain lengkap adalah masa persiapan yang tersedia bagi Persib. Pelita adalah tim solid dan dikenal spartan memberikan perlawanan secara kolektif. Cecep tidak membabi buta menjanjikan kemenangan, mengingat banyaknya kekurangan Persib.

"Pelita lawan yang sulit. Kerja sama kami juga belum begitu padu. Sekarang, saya dan pemain lain hanya mengandalkan motivasi menghadapi Pelita. Dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri di hadapan bobotoh, insya Allah segala tekanan bisa diatasi dan menang," ujarnya.

Ketergantungan kepada Enam Pemain Timnas Sangat Besar

Ketergantungan Persib Bandung terhadap enam pemainnya yang tengah memperkuat tim nasional yang bersiap menghadapi Pra-Piala Asia 2011 terbukti amat besar. Tanpa kehadiran Eka Ramdani, Hariono, Maman Abdurahman, dan Nova Arianto, serta dua Thailand Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool dan Suchao Nutnum, kekuatan Persib pincang.

Persib pun tak berkutik saat menghadapi perlawanan Persikabo Bogor pada pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (10/11) sore. "Pangeran Biru" takluk di tangan "Laskar Pajajaran" dengan skor tipis 0-1 (0-0).

Pada pertandingan kali ini, Persib masih mengandalkan formasi 3-4-3. Lini belakang diisi Aji Nurpijal, Wildansyah, serta Christian Rene Martinez. Irwan Wijasmara dipercaya sebagai sayap kiri, sebelum kemudian ditarik di penghujung babak pertama. Posisi yang ditinggalkan Irwan kemudian diisi Atep, yang sebelumnya bertugas di sektor kanan. Saat Atep bergeser, Gilang Angga yang kemudian mengawal pos tersebut. Cucu Hidayat dipercaya sebagai gelandang serang, sedangkan Munadi melengkapi sebagai gelandang bertahan. Sementara ujung tombak serangan tetap dipercayakan kepada trio Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono.

Pelatih Jaya Hartono mengakui, kekuatan di lapangan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan hingga saat ini. Kepincangan kekuatan yang ada di lini tengah tersebut pula yang ditengarainya sebagai penyebab terjadinya gol yang mengantarkan kemenangan Persikabo.

Gol tercipta dari sontekan A. Gani setelah menerima umpan silang dalam kotak penalti dari Sugiyanto pada menit ke-63. Gani bisa memanfaatkan keuntungan dari kemelut yang terjadi di depan gawang Cecep Supriyatna setelah pemain belakang Persib tampak tidak mampu menutupi pergerakan lawan.

"Gol tersebut tidak semestinya terjadi jika pemain yang ada di lini tengah mampu menghentikan pemain lawan yang mulai menusuk ke jantung pertahanan. Yang terjadi justru hanya pemain belakang yang harus mati-matian mementalkan setiap serangan yang gencar dilancarkan lawan," tutur Jaya seusai pertandingan.

Biasanya kehadiran Hariono diandalkan dalam keadaan demikian. Sementara Munadi yang juga mengisi posisi sama dengan Hariono masih minim pengalaman, sehingga belum dapat melaksanakan tugas tersebut dengan maksimal.

Kelemahan Persib di lapangan tengah tak hanya terlihat saat bertahan. Ketika melancarkan serangan pun, lini tengah yang kali ini diisi Irwan Wijasmara, Cucu Hidayat, Munadi, serta Atep pun masih tumpul. Kehadiran Irwan serta Atep sebagai sayap pun belum terlihat perannya. Akibatnya, minim sekali suplai umpan-umpan matang ke depan. Padahal Gonzales merupakan tipe eksekutor yang harus memperoleh umpan matang.

Peran sebagai pengumpan tersebut biasa dimainkan oleh Eka Ramdani atau bahkan Suchao Nutnum, yang meski baru bergabung beberapa hari lalu sudah sanggup menjadi salah satu aktor penting terhadap pola permainan Persib.

Mengingat besarnya ketergantungan Persib terhadap para pemain timnas tersebut, Jaya pun tidak dapat menyembunyikan besarnya harapan yang ia gantungkan kepada mereka. Jaya amat berharap saat keenam pemain timnas tersebut kembali bergabung dengan Persib, mereka bisa melakukan adaptasi cepat dan segera membaur dengan rekannya yang lain.

"Saat kembali ke Persib, jangan pernah mereka masih terbawa gaya bermain di timnas. Jangan pernah pula mereka bermain egois. Yang harus mereka tumbuhkan ialah rasa saling membutuhkan satu sama lain, sehingga kerja sama tim akan terbentuk," ucap Jaya lagi.

Waktu dua hari yang dimilikinya begitu semua pemain lengkap berkumpul bersama tim akan dimanfaatkannya secara maksimal untuk membentuk kerja sama tersebut.

Di kubu lawan, Pelatih Persikabo Iwan Setiawan mengaku puas dengan permainan yang diperagakan anak asuhannya. "Mereka bermain dengan hati dan memiliki motivasi tinggi untuk tampil baik saat melawan tim ISL," ucapnya.

Kemenangan kali ini pun, menurut Iwan, tidak terlepas dari keunggulan fisik pemainnya, sehingga dapat terus konsisten melakukan serangan sepanjang pertandingan

Source: PR

Persib Dibungkam Persikabo 0-1

CIBINONG,- Persib akhirnya menyerah di tangan Persikabo. Tim Bandung takluk di tangan "Laskar Pajajaran" dengan skor 1-0. Gol Persikabo tercipta di menit ke-63.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang Persib, A. Gani yang menerima umpan silang dari Sugiyanto langsung menyontek bola tanpa mampu dihentikan kiper Cecep Supriyatna.

Meskipun kalah, Manajer Umuh Muchtar mengaku tidak mempermasalahkan hasil akhir yang kurang memuaskan tersebut.

"Kalau malu sih pasti, tapi kan kita tampil dengan pemain pelapis dan itu tidak menunjukkan kekuatan Persib yang sesungguhnya," katanya.


Source: pikiran rakyat

Airlangga Alami Cedera

Satu-satunya pencetak gol Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Airlangga, kembali harus beristirahat menyusul cedera hamstring (otot paha bagian bawah) yang dialaminya akhir pekan lalu. Ini merupakan cedera baru yang diderita Airlangga setelah persoalan di engkelnya baru sembuh.

Dikatakan Airlangga, cedera hamstring kirinya itu dialami di Lintasan Atletik Pajajaran, Sabtu (7/11) lalu. "Tadinya saya mau berusaha maksimal melakukan sprint setelah cedera engkel saya membaik. Eh, malah hamstring saya ketarik," kata mantan striker Deltras Sidoarjo itu di sela-sela sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (9/11).

Pada sesi latihan pagi itu, Airlangga hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih di pinggir lapangan. Sekitar pukul 09.00 WIB, diantar dokter tim Persib, dr. Rafi Ahmad, Airlangga harus melakukan terapi penyinaran di bagian otot pahanya yang mengalami cedera.

Sebelum pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November mendatang, Airlangga berharap cederanya sudah pulih. "Saya berharap masa pemulihan cukup satu minggu saja," katanya.

Akibat cedera yang dialaminya itu, Airlangga dipastikan absen saat Persib menghadapi Persikabo Kab. Bogor pada pertandingan uji coba di Stadion Persikabo Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (10/11) ini.