PERSIB sedang berada pada situasi sulit, setelah menelan dua kelahan beruntun di Liga Super Indonesia. Terpuruk di bawah tekanan dan tuntutan banyak pihak untuk selalu menang, tetapi kondisi internal secara teknis sendiri belum memungkinkan untuk terciptanya permainan ideal.
Kekalahan dari tim Divisi Utama Persikabo Bogor, pada laga uji coba menjadi hasil minor yang selain membuat Umuh Muchtar sang manajer malu, juga memperbesar tekanan bagi skuad "Pangeran Biru" sebelum duel derby Jawa Barat kontra Pelita Jaya sembilan hari ke depan.
Pemain paling senior di Persib Cecep Supriyatna menilai, keadaan seperti ini merupakan hal wajar bagi tim sebesar Persib. Namun, kiper berumur 34 tahun itu juga tidak menyangkal kalau halangan teknis adalah masalah besar, yang mesti segera dibenahi. Menurut Cecep, kolektivitas dan kerja sama antarpemain Persib saat bertanding masih tergolong jelek. Hal ini berdampak pada organisasi permainan, yang juga menjadi tidak berfungsi ideal (tidak menghasilkan banyak peluang dan gol).
Absennya empat pemain lama dan dua pemain asing tambahan pada masa persiapan, menjadi penghambat terbentuknya kerja sama tim yang baik. Selain itu, perbedaan kualitas cukup jauh antara pemain inti dan pelapis juga dinilai Cecep bisa menimbulkan masalah baru dalam mengarungi kompetisi yang panjang.
"Kami memang harus memperbanyak latihan kerja sama, karena dari segi organisasi permainan tim ini memang belum bagus. Kehilangan para pemain timnas sangat berpengaruh, karena mereka punya peran penting belum bisa digantikan dengan baik oleh pemain yang ada," kata kiper yang berkostum Persib pada 1996 itu.
Kesempatan bermain untuk memperbanyak jam terbang adalah solusi untuk sedikit mempersempit jarak perbedaan. "Memang terasa jauh bedanya, jika membandingkan pemain reguler dengan cadangan. Perlu kesempatan lebih banyak dari pelatih agar pengalaman mereka bertambah, sehingga tidak canggung ketika berada pada situasi (banyak pemain inti yang absen) seperti ini," ujarnya.
Pengalaman bertanding kontra Persikabo menurut Cecep merupakan pelajaran belum padunya kerja sama para pemain pelapis.
"Namun kami juga tidak bermain buruk. Kami bisa membuat beberapa peluang meskipun tidak beruntung menyelesaikannya menjadi gol. Kesempatan dan kepercayaan lebih banyak bisa membuat permainan para pemain muda lebih percaya diri dan tidak kaku saat dipercaya jadi starter," ujarnya.
Sisa waktu sembilan hari, dengan waktu efektif cuma dua hari untuk berlatih pada komposisi pemain lengkap adalah masa persiapan yang tersedia bagi Persib. Pelita adalah tim solid dan dikenal spartan memberikan perlawanan secara kolektif. Cecep tidak membabi buta menjanjikan kemenangan, mengingat banyaknya kekurangan Persib.
"Pelita lawan yang sulit. Kerja sama kami juga belum begitu padu. Sekarang, saya dan pemain lain hanya mengandalkan motivasi menghadapi Pelita. Dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri di hadapan bobotoh, insya Allah segala tekanan bisa diatasi dan menang," ujarnya.
Kamis, 12 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar