USAI dikalahkan Persikabo Kab. Bogor 0-1, Manajer Persib Bandung, H. Umuh Muchtar memang masih bisa mengumbar senyum. Kepada para wartawan, ia pun sempat menyatakan, kekalahan yang dialami Cristian Gonzales dan kawan-kawan bukan merupakan masalah besar.
"Ini 'kan hanya pertandingan uji coba. Cuma pertandingan hiburan. Jadi, tidak ada masalah," kata Umuh, usai pertandingan yang berlangsung di Stadion Persikabo Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (10/11) itu.
Tapi di balik senyum dan tawanya, Umuh tetap gagal menyembunyikan kekhawatiran akan performa tim asuhan Jaya Hartono yang tak kunjung meyakinkan. Padahal, laga krusial melawan Pelita Jaya Karawang, tinggal tersisa 10 hari lagi. "Kalau kalah lagi dari Pelita Jaya, rasanya sudah keterlaluan," ujarnya.
Karena tidak ingin kalah lagi, Umuh berkali-kali mengingatkan pelatih Jaya Hartono untuk bisa memasang komposisi pemain yang pas dan jitu, saat melawan Pelita Jaya. Umuh juga sangat berharap kontribusi positif dari enam pemain pilarnya yang saat ini tengah memperkuat tim nasional Indonesia dan Thailand di babak kualifikasi Piala Asia 2011.
Dari keenam pemain tersebut, harapan paling besar Umuh adalah pada pemain anyar asal Thailand, Suchao Nuchnum. Berdasarkan pengamatannya --dari satu-satunya pertandingan yang dimainkan Nuchnum bersama Persib, yaitu ketika menghadapi Persib U-21-- Umuh sangat optimis, kehadiran pemain berusia 26 tahun itu bisa mendongkrak performa Persib.
"Yang agak membuat saya tenang sekarang adalah bagusnya penampilan Nuchnum. Saya sangat berharap, Nuchnum bisa tampil konsisten sehingga bisa memberikan kontribusi di pertandingan sesungguhnya. Saya percaya, Persib masih bisa bangkit," katanya.
Kamis, 12 November 2009
Tak Ada Agenda Uji Coba Lagi
Pertandingan melawan Persikabo Kab. Bogor di Stadion Persikabo Cibinong, Selasa (10/11), dipastikan bakal menjadi laga uji coba terakhir yang dilakoni Persib Bandung. Tepatnya sebelum menjamu Pelita Jaya Karawang, pada pertandingan lanjutan Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November mendatang.
Tim pelatih Persib hanya akan memaksimalkan game internal untuk menguji kesiapan anak asuhnya hingga menjelang laga ketiga di LSI itu.
"Setelah lawan Persikabo tidak ada pertandingan uji coba lagi. Rencana lawan Persipasi ditiadakan. Kita hanya akan mengoptimalkan game internal saja. Kalaupun ada pertandingan dengan tim lain, hanya sebatas refreshing, bukan uji coba," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (11/11).
Pertandingan refreshing yang dimaksud, game ringan yang akan dilakukan para pemain sebagai pertandingan hiburan, pada acara jamuan makan yang dilakukan Manajer Tim Persib, H. Umuh Muchtar di Jln. Desa, Desa Ciluluk, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Sabtu (14/11) mendatang.
Pelatih Persib, Jaya Hartono membenarkan, dirinya sudah tidak mengagendakan pertandingan uji coba lagi usai kekalahan dari Persikabo. Dikatakan, untuk mengasah dan menguji kesiapan pasukannya, ia hanya akan melakukan game internal sesama anggota tim di sela-sela sesi latihan yang dilakukan.
"Kalau pertandingan uji coba, tidak ada lagi. Kita hanya akan optimalkan game internal. Kita sudah akan konsentrasi lawan Pelita Jaya," katanya.
Berendam
Sekembalinya dari Bogor, Rabu (11/11), para pemain Persib diliburkan dari sesi latihan. Seluruh pemain, termasuk Airlangga yang tengah menjalani masa pemulihan cedera hamstring, hanya diwajibkan berendam di Kompleks Batununggal Indah Bandung pada sore hari.
"Besok (hari ini, red) kita mulai berlatih lagi untuk pagi dan sore," ujar Jaya.
Tim pelatih Persib hanya akan memaksimalkan game internal untuk menguji kesiapan anak asuhnya hingga menjelang laga ketiga di LSI itu.
"Setelah lawan Persikabo tidak ada pertandingan uji coba lagi. Rencana lawan Persipasi ditiadakan. Kita hanya akan mengoptimalkan game internal saja. Kalaupun ada pertandingan dengan tim lain, hanya sebatas refreshing, bukan uji coba," kata asisten pelatih Persib, Robby Darwis di Mes Persib, Jln. A. Yani Bandung, Rabu (11/11).
Pertandingan refreshing yang dimaksud, game ringan yang akan dilakukan para pemain sebagai pertandingan hiburan, pada acara jamuan makan yang dilakukan Manajer Tim Persib, H. Umuh Muchtar di Jln. Desa, Desa Ciluluk, Kec. Tanjungsari, Kab. Sumedang, Sabtu (14/11) mendatang.
Pelatih Persib, Jaya Hartono membenarkan, dirinya sudah tidak mengagendakan pertandingan uji coba lagi usai kekalahan dari Persikabo. Dikatakan, untuk mengasah dan menguji kesiapan pasukannya, ia hanya akan melakukan game internal sesama anggota tim di sela-sela sesi latihan yang dilakukan.
"Kalau pertandingan uji coba, tidak ada lagi. Kita hanya akan optimalkan game internal. Kita sudah akan konsentrasi lawan Pelita Jaya," katanya.
Berendam
Sekembalinya dari Bogor, Rabu (11/11), para pemain Persib diliburkan dari sesi latihan. Seluruh pemain, termasuk Airlangga yang tengah menjalani masa pemulihan cedera hamstring, hanya diwajibkan berendam di Kompleks Batununggal Indah Bandung pada sore hari.
"Besok (hari ini, red) kita mulai berlatih lagi untuk pagi dan sore," ujar Jaya.
Bertumpu pada Motivasi
PERSIB sedang berada pada situasi sulit, setelah menelan dua kelahan beruntun di Liga Super Indonesia. Terpuruk di bawah tekanan dan tuntutan banyak pihak untuk selalu menang, tetapi kondisi internal secara teknis sendiri belum memungkinkan untuk terciptanya permainan ideal.
Kekalahan dari tim Divisi Utama Persikabo Bogor, pada laga uji coba menjadi hasil minor yang selain membuat Umuh Muchtar sang manajer malu, juga memperbesar tekanan bagi skuad "Pangeran Biru" sebelum duel derby Jawa Barat kontra Pelita Jaya sembilan hari ke depan.
Pemain paling senior di Persib Cecep Supriyatna menilai, keadaan seperti ini merupakan hal wajar bagi tim sebesar Persib. Namun, kiper berumur 34 tahun itu juga tidak menyangkal kalau halangan teknis adalah masalah besar, yang mesti segera dibenahi. Menurut Cecep, kolektivitas dan kerja sama antarpemain Persib saat bertanding masih tergolong jelek. Hal ini berdampak pada organisasi permainan, yang juga menjadi tidak berfungsi ideal (tidak menghasilkan banyak peluang dan gol).
Absennya empat pemain lama dan dua pemain asing tambahan pada masa persiapan, menjadi penghambat terbentuknya kerja sama tim yang baik. Selain itu, perbedaan kualitas cukup jauh antara pemain inti dan pelapis juga dinilai Cecep bisa menimbulkan masalah baru dalam mengarungi kompetisi yang panjang.
"Kami memang harus memperbanyak latihan kerja sama, karena dari segi organisasi permainan tim ini memang belum bagus. Kehilangan para pemain timnas sangat berpengaruh, karena mereka punya peran penting belum bisa digantikan dengan baik oleh pemain yang ada," kata kiper yang berkostum Persib pada 1996 itu.
Kesempatan bermain untuk memperbanyak jam terbang adalah solusi untuk sedikit mempersempit jarak perbedaan. "Memang terasa jauh bedanya, jika membandingkan pemain reguler dengan cadangan. Perlu kesempatan lebih banyak dari pelatih agar pengalaman mereka bertambah, sehingga tidak canggung ketika berada pada situasi (banyak pemain inti yang absen) seperti ini," ujarnya.
Pengalaman bertanding kontra Persikabo menurut Cecep merupakan pelajaran belum padunya kerja sama para pemain pelapis.
"Namun kami juga tidak bermain buruk. Kami bisa membuat beberapa peluang meskipun tidak beruntung menyelesaikannya menjadi gol. Kesempatan dan kepercayaan lebih banyak bisa membuat permainan para pemain muda lebih percaya diri dan tidak kaku saat dipercaya jadi starter," ujarnya.
Sisa waktu sembilan hari, dengan waktu efektif cuma dua hari untuk berlatih pada komposisi pemain lengkap adalah masa persiapan yang tersedia bagi Persib. Pelita adalah tim solid dan dikenal spartan memberikan perlawanan secara kolektif. Cecep tidak membabi buta menjanjikan kemenangan, mengingat banyaknya kekurangan Persib.
"Pelita lawan yang sulit. Kerja sama kami juga belum begitu padu. Sekarang, saya dan pemain lain hanya mengandalkan motivasi menghadapi Pelita. Dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri di hadapan bobotoh, insya Allah segala tekanan bisa diatasi dan menang," ujarnya.
Kekalahan dari tim Divisi Utama Persikabo Bogor, pada laga uji coba menjadi hasil minor yang selain membuat Umuh Muchtar sang manajer malu, juga memperbesar tekanan bagi skuad "Pangeran Biru" sebelum duel derby Jawa Barat kontra Pelita Jaya sembilan hari ke depan.
Pemain paling senior di Persib Cecep Supriyatna menilai, keadaan seperti ini merupakan hal wajar bagi tim sebesar Persib. Namun, kiper berumur 34 tahun itu juga tidak menyangkal kalau halangan teknis adalah masalah besar, yang mesti segera dibenahi. Menurut Cecep, kolektivitas dan kerja sama antarpemain Persib saat bertanding masih tergolong jelek. Hal ini berdampak pada organisasi permainan, yang juga menjadi tidak berfungsi ideal (tidak menghasilkan banyak peluang dan gol).
Absennya empat pemain lama dan dua pemain asing tambahan pada masa persiapan, menjadi penghambat terbentuknya kerja sama tim yang baik. Selain itu, perbedaan kualitas cukup jauh antara pemain inti dan pelapis juga dinilai Cecep bisa menimbulkan masalah baru dalam mengarungi kompetisi yang panjang.
"Kami memang harus memperbanyak latihan kerja sama, karena dari segi organisasi permainan tim ini memang belum bagus. Kehilangan para pemain timnas sangat berpengaruh, karena mereka punya peran penting belum bisa digantikan dengan baik oleh pemain yang ada," kata kiper yang berkostum Persib pada 1996 itu.
Kesempatan bermain untuk memperbanyak jam terbang adalah solusi untuk sedikit mempersempit jarak perbedaan. "Memang terasa jauh bedanya, jika membandingkan pemain reguler dengan cadangan. Perlu kesempatan lebih banyak dari pelatih agar pengalaman mereka bertambah, sehingga tidak canggung ketika berada pada situasi (banyak pemain inti yang absen) seperti ini," ujarnya.
Pengalaman bertanding kontra Persikabo menurut Cecep merupakan pelajaran belum padunya kerja sama para pemain pelapis.
"Namun kami juga tidak bermain buruk. Kami bisa membuat beberapa peluang meskipun tidak beruntung menyelesaikannya menjadi gol. Kesempatan dan kepercayaan lebih banyak bisa membuat permainan para pemain muda lebih percaya diri dan tidak kaku saat dipercaya jadi starter," ujarnya.
Sisa waktu sembilan hari, dengan waktu efektif cuma dua hari untuk berlatih pada komposisi pemain lengkap adalah masa persiapan yang tersedia bagi Persib. Pelita adalah tim solid dan dikenal spartan memberikan perlawanan secara kolektif. Cecep tidak membabi buta menjanjikan kemenangan, mengingat banyaknya kekurangan Persib.
"Pelita lawan yang sulit. Kerja sama kami juga belum begitu padu. Sekarang, saya dan pemain lain hanya mengandalkan motivasi menghadapi Pelita. Dengan motivasi tinggi dan kepercayaan diri di hadapan bobotoh, insya Allah segala tekanan bisa diatasi dan menang," ujarnya.
Ketergantungan kepada Enam Pemain Timnas Sangat Besar
Ketergantungan Persib Bandung terhadap enam pemainnya yang tengah memperkuat tim nasional yang bersiap menghadapi Pra-Piala Asia 2011 terbukti amat besar. Tanpa kehadiran Eka Ramdani, Hariono, Maman Abdurahman, dan Nova Arianto, serta dua Thailand Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool dan Suchao Nutnum, kekuatan Persib pincang.
Persib pun tak berkutik saat menghadapi perlawanan Persikabo Bogor pada pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (10/11) sore. "Pangeran Biru" takluk di tangan "Laskar Pajajaran" dengan skor tipis 0-1 (0-0).
Pada pertandingan kali ini, Persib masih mengandalkan formasi 3-4-3. Lini belakang diisi Aji Nurpijal, Wildansyah, serta Christian Rene Martinez. Irwan Wijasmara dipercaya sebagai sayap kiri, sebelum kemudian ditarik di penghujung babak pertama. Posisi yang ditinggalkan Irwan kemudian diisi Atep, yang sebelumnya bertugas di sektor kanan. Saat Atep bergeser, Gilang Angga yang kemudian mengawal pos tersebut. Cucu Hidayat dipercaya sebagai gelandang serang, sedangkan Munadi melengkapi sebagai gelandang bertahan. Sementara ujung tombak serangan tetap dipercayakan kepada trio Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono.
Pelatih Jaya Hartono mengakui, kekuatan di lapangan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan hingga saat ini. Kepincangan kekuatan yang ada di lini tengah tersebut pula yang ditengarainya sebagai penyebab terjadinya gol yang mengantarkan kemenangan Persikabo.
Gol tercipta dari sontekan A. Gani setelah menerima umpan silang dalam kotak penalti dari Sugiyanto pada menit ke-63. Gani bisa memanfaatkan keuntungan dari kemelut yang terjadi di depan gawang Cecep Supriyatna setelah pemain belakang Persib tampak tidak mampu menutupi pergerakan lawan.
"Gol tersebut tidak semestinya terjadi jika pemain yang ada di lini tengah mampu menghentikan pemain lawan yang mulai menusuk ke jantung pertahanan. Yang terjadi justru hanya pemain belakang yang harus mati-matian mementalkan setiap serangan yang gencar dilancarkan lawan," tutur Jaya seusai pertandingan.
Biasanya kehadiran Hariono diandalkan dalam keadaan demikian. Sementara Munadi yang juga mengisi posisi sama dengan Hariono masih minim pengalaman, sehingga belum dapat melaksanakan tugas tersebut dengan maksimal.
Kelemahan Persib di lapangan tengah tak hanya terlihat saat bertahan. Ketika melancarkan serangan pun, lini tengah yang kali ini diisi Irwan Wijasmara, Cucu Hidayat, Munadi, serta Atep pun masih tumpul. Kehadiran Irwan serta Atep sebagai sayap pun belum terlihat perannya. Akibatnya, minim sekali suplai umpan-umpan matang ke depan. Padahal Gonzales merupakan tipe eksekutor yang harus memperoleh umpan matang.
Peran sebagai pengumpan tersebut biasa dimainkan oleh Eka Ramdani atau bahkan Suchao Nutnum, yang meski baru bergabung beberapa hari lalu sudah sanggup menjadi salah satu aktor penting terhadap pola permainan Persib.
Mengingat besarnya ketergantungan Persib terhadap para pemain timnas tersebut, Jaya pun tidak dapat menyembunyikan besarnya harapan yang ia gantungkan kepada mereka. Jaya amat berharap saat keenam pemain timnas tersebut kembali bergabung dengan Persib, mereka bisa melakukan adaptasi cepat dan segera membaur dengan rekannya yang lain.
"Saat kembali ke Persib, jangan pernah mereka masih terbawa gaya bermain di timnas. Jangan pernah pula mereka bermain egois. Yang harus mereka tumbuhkan ialah rasa saling membutuhkan satu sama lain, sehingga kerja sama tim akan terbentuk," ucap Jaya lagi.
Waktu dua hari yang dimilikinya begitu semua pemain lengkap berkumpul bersama tim akan dimanfaatkannya secara maksimal untuk membentuk kerja sama tersebut.
Di kubu lawan, Pelatih Persikabo Iwan Setiawan mengaku puas dengan permainan yang diperagakan anak asuhannya. "Mereka bermain dengan hati dan memiliki motivasi tinggi untuk tampil baik saat melawan tim ISL," ucapnya.
Kemenangan kali ini pun, menurut Iwan, tidak terlepas dari keunggulan fisik pemainnya, sehingga dapat terus konsisten melakukan serangan sepanjang pertandingan
Source: PR
Persib pun tak berkutik saat menghadapi perlawanan Persikabo Bogor pada pertandingan uji coba yang digelar di Stadion Cibinong Kabupaten Bogor, Selasa (10/11) sore. "Pangeran Biru" takluk di tangan "Laskar Pajajaran" dengan skor tipis 0-1 (0-0).
Pada pertandingan kali ini, Persib masih mengandalkan formasi 3-4-3. Lini belakang diisi Aji Nurpijal, Wildansyah, serta Christian Rene Martinez. Irwan Wijasmara dipercaya sebagai sayap kiri, sebelum kemudian ditarik di penghujung babak pertama. Posisi yang ditinggalkan Irwan kemudian diisi Atep, yang sebelumnya bertugas di sektor kanan. Saat Atep bergeser, Gilang Angga yang kemudian mengawal pos tersebut. Cucu Hidayat dipercaya sebagai gelandang serang, sedangkan Munadi melengkapi sebagai gelandang bertahan. Sementara ujung tombak serangan tetap dipercayakan kepada trio Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono.
Pelatih Jaya Hartono mengakui, kekuatan di lapangan masih menjadi masalah yang belum terpecahkan hingga saat ini. Kepincangan kekuatan yang ada di lini tengah tersebut pula yang ditengarainya sebagai penyebab terjadinya gol yang mengantarkan kemenangan Persikabo.
Gol tercipta dari sontekan A. Gani setelah menerima umpan silang dalam kotak penalti dari Sugiyanto pada menit ke-63. Gani bisa memanfaatkan keuntungan dari kemelut yang terjadi di depan gawang Cecep Supriyatna setelah pemain belakang Persib tampak tidak mampu menutupi pergerakan lawan.
"Gol tersebut tidak semestinya terjadi jika pemain yang ada di lini tengah mampu menghentikan pemain lawan yang mulai menusuk ke jantung pertahanan. Yang terjadi justru hanya pemain belakang yang harus mati-matian mementalkan setiap serangan yang gencar dilancarkan lawan," tutur Jaya seusai pertandingan.
Biasanya kehadiran Hariono diandalkan dalam keadaan demikian. Sementara Munadi yang juga mengisi posisi sama dengan Hariono masih minim pengalaman, sehingga belum dapat melaksanakan tugas tersebut dengan maksimal.
Kelemahan Persib di lapangan tengah tak hanya terlihat saat bertahan. Ketika melancarkan serangan pun, lini tengah yang kali ini diisi Irwan Wijasmara, Cucu Hidayat, Munadi, serta Atep pun masih tumpul. Kehadiran Irwan serta Atep sebagai sayap pun belum terlihat perannya. Akibatnya, minim sekali suplai umpan-umpan matang ke depan. Padahal Gonzales merupakan tipe eksekutor yang harus memperoleh umpan matang.
Peran sebagai pengumpan tersebut biasa dimainkan oleh Eka Ramdani atau bahkan Suchao Nutnum, yang meski baru bergabung beberapa hari lalu sudah sanggup menjadi salah satu aktor penting terhadap pola permainan Persib.
Mengingat besarnya ketergantungan Persib terhadap para pemain timnas tersebut, Jaya pun tidak dapat menyembunyikan besarnya harapan yang ia gantungkan kepada mereka. Jaya amat berharap saat keenam pemain timnas tersebut kembali bergabung dengan Persib, mereka bisa melakukan adaptasi cepat dan segera membaur dengan rekannya yang lain.
"Saat kembali ke Persib, jangan pernah mereka masih terbawa gaya bermain di timnas. Jangan pernah pula mereka bermain egois. Yang harus mereka tumbuhkan ialah rasa saling membutuhkan satu sama lain, sehingga kerja sama tim akan terbentuk," ucap Jaya lagi.
Waktu dua hari yang dimilikinya begitu semua pemain lengkap berkumpul bersama tim akan dimanfaatkannya secara maksimal untuk membentuk kerja sama tersebut.
Di kubu lawan, Pelatih Persikabo Iwan Setiawan mengaku puas dengan permainan yang diperagakan anak asuhannya. "Mereka bermain dengan hati dan memiliki motivasi tinggi untuk tampil baik saat melawan tim ISL," ucapnya.
Kemenangan kali ini pun, menurut Iwan, tidak terlepas dari keunggulan fisik pemainnya, sehingga dapat terus konsisten melakukan serangan sepanjang pertandingan
Source: PR
Persib Dibungkam Persikabo 0-1
CIBINONG,- Persib akhirnya menyerah di tangan Persikabo. Tim Bandung takluk di tangan "Laskar Pajajaran" dengan skor 1-0. Gol Persikabo tercipta di menit ke-63.
Memanfaatkan kemelut di depan gawang Persib, A. Gani yang menerima umpan silang dari Sugiyanto langsung menyontek bola tanpa mampu dihentikan kiper Cecep Supriyatna.
Meskipun kalah, Manajer Umuh Muchtar mengaku tidak mempermasalahkan hasil akhir yang kurang memuaskan tersebut.
"Kalau malu sih pasti, tapi kan kita tampil dengan pemain pelapis dan itu tidak menunjukkan kekuatan Persib yang sesungguhnya," katanya.
Source: pikiran rakyat
Memanfaatkan kemelut di depan gawang Persib, A. Gani yang menerima umpan silang dari Sugiyanto langsung menyontek bola tanpa mampu dihentikan kiper Cecep Supriyatna.
Meskipun kalah, Manajer Umuh Muchtar mengaku tidak mempermasalahkan hasil akhir yang kurang memuaskan tersebut.
"Kalau malu sih pasti, tapi kan kita tampil dengan pemain pelapis dan itu tidak menunjukkan kekuatan Persib yang sesungguhnya," katanya.
Source: pikiran rakyat
Airlangga Alami Cedera
Satu-satunya pencetak gol Persib Bandung di Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010, Airlangga, kembali harus beristirahat menyusul cedera hamstring (otot paha bagian bawah) yang dialaminya akhir pekan lalu. Ini merupakan cedera baru yang diderita Airlangga setelah persoalan di engkelnya baru sembuh.
Dikatakan Airlangga, cedera hamstring kirinya itu dialami di Lintasan Atletik Pajajaran, Sabtu (7/11) lalu. "Tadinya saya mau berusaha maksimal melakukan sprint setelah cedera engkel saya membaik. Eh, malah hamstring saya ketarik," kata mantan striker Deltras Sidoarjo itu di sela-sela sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (9/11).
Pada sesi latihan pagi itu, Airlangga hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih di pinggir lapangan. Sekitar pukul 09.00 WIB, diantar dokter tim Persib, dr. Rafi Ahmad, Airlangga harus melakukan terapi penyinaran di bagian otot pahanya yang mengalami cedera.
Sebelum pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November mendatang, Airlangga berharap cederanya sudah pulih. "Saya berharap masa pemulihan cukup satu minggu saja," katanya.
Akibat cedera yang dialaminya itu, Airlangga dipastikan absen saat Persib menghadapi Persikabo Kab. Bogor pada pertandingan uji coba di Stadion Persikabo Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (10/11) ini.
Dikatakan Airlangga, cedera hamstring kirinya itu dialami di Lintasan Atletik Pajajaran, Sabtu (7/11) lalu. "Tadinya saya mau berusaha maksimal melakukan sprint setelah cedera engkel saya membaik. Eh, malah hamstring saya ketarik," kata mantan striker Deltras Sidoarjo itu di sela-sela sesi latihan pagi di Stadion Persib, Jln. A. Yani Bandung, Senin (9/11).
Pada sesi latihan pagi itu, Airlangga hanya menyaksikan rekan-rekannya berlatih di pinggir lapangan. Sekitar pukul 09.00 WIB, diantar dokter tim Persib, dr. Rafi Ahmad, Airlangga harus melakukan terapi penyinaran di bagian otot pahanya yang mengalami cedera.
Sebelum pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kab. Bandung, 21 November mendatang, Airlangga berharap cederanya sudah pulih. "Saya berharap masa pemulihan cukup satu minggu saja," katanya.
Akibat cedera yang dialaminya itu, Airlangga dipastikan absen saat Persib menghadapi Persikabo Kab. Bogor pada pertandingan uji coba di Stadion Persikabo Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (10/11) ini.
Irwan Wijasmara Masih Kurang Percaya Diri
SATU nama pemain Persib Bandung yang paling sering disorot performanya beberapa pekan terakhir, bisa jadi Irwan Wijasmara. Pemain muda yang direkrut musim lalu dari Persib U-23 itu, kerap menjadi sorotan jajaran pelatih.
Pemain kelahiran Jakarta 11 Juli 1987 itu dianggap belum konsisten saat bermain. Baik pelatih Jaya Hartono maupun asisten pelatih Robby Darwis serta Yusuf Bachtiar menilai, Irwan sering kali tampil inkonsisten. Ada kalanya Irwan tampil impresif seperti saat Persib melawan Persema Malang di turnamen Liga Jatim bulan lalu. Namun, selebihnya performa Irwan sering kali menuai kritik.
Jajaran pelatih sebenarnya menaruh harapan besar terhadap Irwan. Terlebih, Irwan bermain di posisi yang cukup krusial yakni sayap kiri. Pascahengkangnya Siswanto ke Persema Malang, praktis posisi tersebut dipercayakan kepada Irwan. Namun, akibat performanya yang tidak konsisten, jajaran pelatih dan manajemen pun akhirnya berinisiatif merekrut pemain lain.
"Jujur saja, saat tahu ada keputusan seperti itu, saya sempat down. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama, karena saya sadar jika sanggup menunjukkan kepada pelatih bisa bermain baik, pasti akan dipercaya untuk mengawal posisi itu," ujar Irwan.
Irwan mengaku punya alasan lain yang membuatnya belum bisa tampil maksimal selama ini. Pemain yang pernah menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola ASIOP binaan Ronny Patinasarani ini mengaku, belum terbiasa dengan atmosfer sepak bola Kota Kembang yang sarat dengan tekanan. "Main di Bandung benar-benar terasa berat tekanannya, kalau main jelek biasanya langsung dicemooh penonton. Makanya saya suka nggak percaya diri kalau harus jadi starter," ujar pemain yang sanggup mengisi beberapa posisi berbeda ini. Belum lagi, ia masih harus membiasakan diri dengan posisi sebagai sayap kiri, yang baru dicobanya beberapa tahun terakhir.
Irwan sendiri mengaku lebih nyaman bermain sebagai bek kiri, karena tidak harus sering menyerang. Sementara dengan menjadi sayap kiri, mengharuskannya harus selalu siap menyerang. Padahal, ia mengaku memiliki napas pendek.
Irwan berjanji siap membenahi semua kekurangan yang ada tersebut dan menampilkan kemampuan terbaik dimilikinya. "Saya tak ingin mengecewakan pelatih, bobotoh, dan utamanya keluarga saya yang begitu berharap saya bisa tampil membanggakan bersama klub sebesar Persib," ujarnya.
Mudah-mudahan saja Irwan bisa segera kembali ke performa terbaiknya.
Pemain kelahiran Jakarta 11 Juli 1987 itu dianggap belum konsisten saat bermain. Baik pelatih Jaya Hartono maupun asisten pelatih Robby Darwis serta Yusuf Bachtiar menilai, Irwan sering kali tampil inkonsisten. Ada kalanya Irwan tampil impresif seperti saat Persib melawan Persema Malang di turnamen Liga Jatim bulan lalu. Namun, selebihnya performa Irwan sering kali menuai kritik.
Jajaran pelatih sebenarnya menaruh harapan besar terhadap Irwan. Terlebih, Irwan bermain di posisi yang cukup krusial yakni sayap kiri. Pascahengkangnya Siswanto ke Persema Malang, praktis posisi tersebut dipercayakan kepada Irwan. Namun, akibat performanya yang tidak konsisten, jajaran pelatih dan manajemen pun akhirnya berinisiatif merekrut pemain lain.
"Jujur saja, saat tahu ada keputusan seperti itu, saya sempat down. Akan tetapi, itu tidak berlangsung lama, karena saya sadar jika sanggup menunjukkan kepada pelatih bisa bermain baik, pasti akan dipercaya untuk mengawal posisi itu," ujar Irwan.
Irwan mengaku punya alasan lain yang membuatnya belum bisa tampil maksimal selama ini. Pemain yang pernah menimba ilmu di Sekolah Sepak Bola ASIOP binaan Ronny Patinasarani ini mengaku, belum terbiasa dengan atmosfer sepak bola Kota Kembang yang sarat dengan tekanan. "Main di Bandung benar-benar terasa berat tekanannya, kalau main jelek biasanya langsung dicemooh penonton. Makanya saya suka nggak percaya diri kalau harus jadi starter," ujar pemain yang sanggup mengisi beberapa posisi berbeda ini. Belum lagi, ia masih harus membiasakan diri dengan posisi sebagai sayap kiri, yang baru dicobanya beberapa tahun terakhir.
Irwan sendiri mengaku lebih nyaman bermain sebagai bek kiri, karena tidak harus sering menyerang. Sementara dengan menjadi sayap kiri, mengharuskannya harus selalu siap menyerang. Padahal, ia mengaku memiliki napas pendek.
Irwan berjanji siap membenahi semua kekurangan yang ada tersebut dan menampilkan kemampuan terbaik dimilikinya. "Saya tak ingin mengecewakan pelatih, bobotoh, dan utamanya keluarga saya yang begitu berharap saya bisa tampil membanggakan bersama klub sebesar Persib," ujarnya.
Mudah-mudahan saja Irwan bisa segera kembali ke performa terbaiknya.
Senin, 09 November 2009
Lini Belakang Sulit Kompak

Pemain anyar Persib Bandung, Rene Martinez merasa kesulitan menjalin kerjasama dan menciptakan kekompakan dengan pemain Persib lainnya lainnya, khususnya di lini belakang. Hal ini disebabkan karena dua pilar inti pertahanan Persib Bandung, Maman dan Nova, harus selalu absen latihan karena mengikuti pelatnas tim nasional Indonesia.
Rene mengakui bahwa bergabungnya mereka ke pelatnas membuat waktu latihan bersama diantara mereka menjadi sangat sedikit. Walaupun beberapa kali Persib mengadakan ujicoba, namun tetaplah sia-sia tanpa ketidak hadiran kedua pemain belakang.
“Jujur saja ini pasti akan menjadi kendala karena kedua pemain itu tidak ada. Bagaimana bisa saya menjalin kerjasama sedangkan pemainnya saja tidak ada,” ujar Rene.

Khusus menghadapi Pelita, Persib hanya mempunyai waktu 2 hari untuk mempersiapkan diri secara full tim. Para pemain nasional Indonesia dan Thailand akan bergabung pada tanggal 19 November 2009. Rene berpendapat bahwa waktu 2 hari tersebut sangatlah tidak cukup.
“Memang ada waktu dua hari untuk memantapkan kerjasama lini belakang. Tapi saya rasa dalam waktu sependek itu, hasilnya pasti tidak akan maksimal. Saya rasa pelatih harus mengambil langkah yang bijak,” terangnya.
Bocoran Taktik

Jaya Hartono sedikit membocorkan taktik tim Persib Bandung saat melawan Pelita Jaya 21 November 2009 mendatang. Jaya akan memasang kapten tim Persib Eka Ramdani di posisi gelandang bertahan, menggantikan peran Hariono yang harus absen. Jaya sendiri akan mempercayakan posisi gelandang menyerang kepada pemain asal Thailand, Suchao Nuchnum.
“Pada laga lawan Pelita nanti, saya siapkan Eka yang akan jadi pelapis absennya Hariono. Sedangkan Suchao bisa kita maksimalkan sebagai gelandang serang seperti yang dilakukan pada uji coba melawan Persib U-21 kemarin,” ungkap Jaya.
Menurut Jaya, penempatan Eka di posisi gelandang bertahan ini dikarenakan Eka mampu berperan di posisi tersebut. Eka dikatakan Jaya memiliki kemampuan menjadi seorang gelandang jangkar. Hal ini terbukti dalam beberapa latihan yang digelar.
“Dalam beberapa kali latihan kita sering memposisikan Eka sebagai gelandang bertahan. Eka mempunyai kemampuan untuk berperan diposisi tersebut. Jadi tidak usah diragukan lagi kemampuan Eka diposisi tersebut,” bebernya.
Persikabo Siap Ladeni Persib

Persikabo Kab. Bogor siap tampil dengan kekuatan penuh saat behadapan dengan Persib Bandung pada pertandingan persahabatan di Stadion Persikabo, Cibinong, Selasa (10/11).
Pelatih Persikabo Iwan Setiawan mengatakan, pertandingan melawan Persib adalah ujian bagi para pemain muda. Menurut dia, dari hasil uji coba sebelumnya, mental pemain menjadi sorotan utama. "Melawan Persib, penonton akan banyak, di situlah akan teruji mental bertanding Jejen dkk.," ujar Iwan di Cibinong, Minggu (8/11).
Berdasarkan evaluasi, Iwan kembali menyoroti lini belakang. Empat pemain yang ditempatkan di posisi tersebut belum kompak dan sering membuat kesalahan. "Selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan untuk menerobos ke dekat gawang. Ini tidak boleh terjadi saat melawan Persib yang dihuni pemain hebat," kata Iwan.
Sebelummya, saat mengalahkan Persikab Kab. Bandung, sektor sayap yang menjadi andalan untuk melancarkan serangan sudah bekerja maksimal. Azis (sayap kiri) dan Jejen (sayap kanan) mampu bermain taktis dan memberikan umpan-umpan akurat.
Menghadapi Persib, sektor sayap kembali menjadi tujuan untuk melakukan serangan. Rotasi pemain kemungkinan dilakukan. Sairan yang biasa ditempatkan di gelandang bertahan digeser ke sayap kanan. Jejen ditempatkan di gelandang serang. Jarot bakal menemani M. Natsir di gelandang bertahan. "Kita akan bongkar empat pemain di belakang, kita akan coba pemain baru," kata Iwan.
Manajer Persikabo Mas`an Djajuli mengaku puas seusai timnya mengalahkan Persikab pada pertandingan uji coba, Sabtu (7/11). Mas`an mengharapkan, pemain bisa tampil bagus saat melawan Persib. "Penonton diprediksi bakal penuh. Pertandingan melawan Persib sudah ditunggu-tunggu dan akan berlangsung menarik. Nanti akan terlihat mental bertanding pemain," kata Mas`an.
Sementara itu, bobotoh yang tergabung dalam Viking Jabodetabek akan hadir di Cibinong. Sekretaris Panitia Pelaksana (Panpel), Dicky Dompas mengatakan, Viking Jabodetabek sudah memesan tiket.
"Saat melawan Persikab, beberapa anggota Viking asal Bogor, Bekasi, dan Karawang sudah memesan tiket. Bahkan mereka juga sudah melakukan koordinasi dengan Kabomania. Mudah-mudahan keharmonisan kedua kelompok suporter ini berlanjut terus," kata Dicky.
Bagi para bobotoh, Panpel sudah memfasilitasi dengan memberikan sektor tribun utara. "Khusus untuk bobotoh, kita akan tempatkan di tribun utara," katanya.
Pengurus Viking Bogor Distrik Ciawi, Jawa (27) mengatakan, sekitar 300 motor asal Ciawi akan melakukan konvoi bareng pada Selasa (11/10) pukul 12.00 WIB. "Kita akan menunggu bobotoh dari Bandung, Sukabumi, Cianjur, dan Bogor Kota. Untuk Viking Gunungputri dan Cileungsi akan konvoi lewat jalur Cibinong," katanya
Tak Ada Alasan Bagi Persib Jika Bermain Buruk
Kedatangan dua pilar Tim Nasional Thailand Sintaweechai "Kosin" Hathairattanakool dan Suchao Nutnum telah melengkapi skuad Persib Bandung. Manajer Persib Bandung H. Umuh Muchtar menegaskan, tidak ada alasan pembelaan lagi bagi Persib untuk bermain buruk dan gagal mendulang poin karena saat ini komposisi pemain dinilai sudah lengkap dan berkelas.
Umuh mematok target jangka pendek, Persib mesti segera lepas landas dari dasar klasemen dan meraih minimal peringkat ketiga pada akhir putaran pertama (Februari) Liga Super Indonesia 2009-2010.
"Manajemen sudah berkerja keras merekrut pemain-pemain terbaik. Komposisi Persib saat ini sudah sangat bagus, apalagi Kosin dan Suchao sudah datang. Tidak ada alasan lagi untuk main jelek. Persib harus menebus dua kekalahan lalu (dari Persiba dan PSM) dan minimal berada di peringkat ketiga saat putaran pertama selesai. Bisa ada di puncak tentu lebih baik lagi," kata Umuh saat dihubungi "PR", Minggu (8/11).
Persib kini masih berada di peringkat ketujuh belas klasemen tanpa poin dengan defisit gol tiga (1-4). Pasukan pimpinan Pelatih Jaya Hartono tersebut cuma terpisah oleh selisih gol dari juru kunci Persitara Jakarta Utara.
Umuh menegaskan, posisi tersebut jelas mengecewakan mengingat target jangka panjang Persib adalah juara LSI musim ini. Oleh karena itu, kehilangan poin harus segera direduksi. Poin di laga tandang sebisa mungkin mesti bisa didapat. Apalagi saat beraksi di hadapan bobotoh, kemenangan menjadi target mutlak yang mesti dicapai "Maung Bandung".
Rene dipantau
Satu-satunya keraguan atas komposisi Persib saat ini, menurut Umuh terletak di sektor belakang. Kebobolan empat gol dalam dua pertandingan, menurut dia, merupakan indikasi ada sesuatu yang salah di sektor vital tersebut.
"Semua lini Persib sudah diisi oleh pemain-pemain ternama. Satu yang menyisakan kekhawatiran mungkin adalah lini belakang. Kami akan terus memantau kinerja para pemain di sektor tersebut, terutama pemain baru, Rene (Martinez)," ujar Umuh.
Umuh menilai, sejak direkrut pada awal musim, Rene yang diharapkan bisa berperan lebih baik ketimbang Nyeck Nyobe belum menunjukkan kontribusi maksimal bagi kekuatan pertahanan "Pangeran Biru". Dia menargetkan putaran pertama sebagai batas akhir penilaian terhadap mantan stopper Deltras Sidoarjo tersebut.
"Kalau kinerja Rene tidak membaik, kami tidak akan segan untuk mencoretnya. Lagi pula, komposisi pemain belakang yang ada sangat bagus meskipun lokal. Ada Maman, Nova Arianto, dan Aji Nurpijal. Wildansyah dan Edi Hafid juga semakin matang, sudah saatnya dimaksimalkan. Jadi, kalaupun nantinya ada pencoretan pemain lini belakang, kemungkinan Persib tidak akan menambah pemain baru di sektor itu. Akan tetapi, kita lihat saja, semua keputusan baru akan diambil setelah putaran pertama selesai, " kata Umuh.
Setelah menang 4-0 atas Persib U-21 pada uji coba pertama, Persib akan melanjutkan uji coba tandang melawan Persikabo di Cibinong, Selasa (10/11).
Umuh mematok target jangka pendek, Persib mesti segera lepas landas dari dasar klasemen dan meraih minimal peringkat ketiga pada akhir putaran pertama (Februari) Liga Super Indonesia 2009-2010.
"Manajemen sudah berkerja keras merekrut pemain-pemain terbaik. Komposisi Persib saat ini sudah sangat bagus, apalagi Kosin dan Suchao sudah datang. Tidak ada alasan lagi untuk main jelek. Persib harus menebus dua kekalahan lalu (dari Persiba dan PSM) dan minimal berada di peringkat ketiga saat putaran pertama selesai. Bisa ada di puncak tentu lebih baik lagi," kata Umuh saat dihubungi "PR", Minggu (8/11).
Persib kini masih berada di peringkat ketujuh belas klasemen tanpa poin dengan defisit gol tiga (1-4). Pasukan pimpinan Pelatih Jaya Hartono tersebut cuma terpisah oleh selisih gol dari juru kunci Persitara Jakarta Utara.
Umuh menegaskan, posisi tersebut jelas mengecewakan mengingat target jangka panjang Persib adalah juara LSI musim ini. Oleh karena itu, kehilangan poin harus segera direduksi. Poin di laga tandang sebisa mungkin mesti bisa didapat. Apalagi saat beraksi di hadapan bobotoh, kemenangan menjadi target mutlak yang mesti dicapai "Maung Bandung".
Rene dipantau
Satu-satunya keraguan atas komposisi Persib saat ini, menurut Umuh terletak di sektor belakang. Kebobolan empat gol dalam dua pertandingan, menurut dia, merupakan indikasi ada sesuatu yang salah di sektor vital tersebut.
"Semua lini Persib sudah diisi oleh pemain-pemain ternama. Satu yang menyisakan kekhawatiran mungkin adalah lini belakang. Kami akan terus memantau kinerja para pemain di sektor tersebut, terutama pemain baru, Rene (Martinez)," ujar Umuh.
Umuh menilai, sejak direkrut pada awal musim, Rene yang diharapkan bisa berperan lebih baik ketimbang Nyeck Nyobe belum menunjukkan kontribusi maksimal bagi kekuatan pertahanan "Pangeran Biru". Dia menargetkan putaran pertama sebagai batas akhir penilaian terhadap mantan stopper Deltras Sidoarjo tersebut.
"Kalau kinerja Rene tidak membaik, kami tidak akan segan untuk mencoretnya. Lagi pula, komposisi pemain belakang yang ada sangat bagus meskipun lokal. Ada Maman, Nova Arianto, dan Aji Nurpijal. Wildansyah dan Edi Hafid juga semakin matang, sudah saatnya dimaksimalkan. Jadi, kalaupun nantinya ada pencoretan pemain lini belakang, kemungkinan Persib tidak akan menambah pemain baru di sektor itu. Akan tetapi, kita lihat saja, semua keputusan baru akan diambil setelah putaran pertama selesai, " kata Umuh.
Setelah menang 4-0 atas Persib U-21 pada uji coba pertama, Persib akan melanjutkan uji coba tandang melawan Persikabo di Cibinong, Selasa (10/11).
Kecepatan Pemain Persib Makin Baik
Kecepatan pemain Persib dinilai cukup baik. Itu terlihat dari sesi latihan Sabtu (7/11) pagi yang digelar di Lintasan Atletik GOR Pajajaran Bandung.
Gilang Angga dkk. mampu memenuhi target waktu yang telah ditetapkan pelatih fisik Entang Hermanu yang meminta mereka melakukan sprint jarak pendek yang bervariasi mulai dari 10, 20, 30, hingga 40 meter.
"Sengaja saya nilai kecepatan mereka saat melakukan lari jarak pendek karena memang jarak-jarak itulah yang sering dilakukan selama bermain sepak bola," ucap Entang.
Entang merinci target waktu setiap jaraknya, 10 meter idealnya dilakukan dalam rentang waktu 1,6-1,8 detik, 20 meter (2,75-3,1 detik), 30 meter (4,2-4,5 detik), dan 40 meter (5,1-5,2 detik). Mayoritas skuad "Pangeran Biru" menyelesaikannya di antara rentang waktu tersebut.
Capaian waktu yang sesuai dengan target tersebut, disebut Entang, juga berarti reaksi pemain sudah cukup baik. Hanya, untuk dapat mencapai kemampuan optimal, setidaknya masih dibutuhkan waktu hingga dua pekan mendatang. Itu berarti saat uji coba melawan Persikabo Bogor Selasa (10/11), pemain Persib belum dalam performa terbaiknya.
"Padahal Persikabo merupakan tim yang cukup kuat dan pasti akan memberikan perlawanan sengit. Tetapi mudah-mudahan saja dengan menghadapi tim seperti itu, pemain justru akan terpacu untuk meningkatkan kemampuannya lebih cepat daripada target yang ditetapkan," tutur Entang.
Lini tengah membaik
Sementara itu, asisten pelatih Robby Darwis mengatakan lini tengah Persib saat ini sudah mulai solid. Kedatangan pemain asal Thailand Suchao Nutnum menjadi salah satu kuncinya. Mantan pemain TOT FC itu memiliki kemampuan yang sama baiknya sebagai gelandang sayap atau gelandang serang.
Robby pun mengaku kini tidak terlalu khawatir dengan hukuman PSSI yang melarang Hariono dan Gilang Angga bermain di pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang.
"Nanti kita bisa pasang Suchao, Eka, Cucu, dan Atep di lini tengah. Saat meladeni perlawanan Persitara yang harus menyimpan Eka Ramdani, Cristian Gonzales, dan Hilton Moriera, posisi yang ditinggalkan Eka bisa diisi Suchao," tutur Robby.
Hanya, ia mengatakan, ofisial akan berupaya meminta keringanan kepada PT Liga Indonesia supaya Hilton dan Gonzales tidak dilarang bermain dalam satu pertandingan yang sama. Sebab, itu akan membuat serangan Persib tumpul setelah hanya menyisakan Budi Sudarsono sebagai ujung tombak utama.
Dalam kesempatan tersebut, Robby pun mengevaluasi khusus penampilan Irwan Wijasmara yang sebelumnya dinilai masih belum konsisten oleh pelatih Jaya Hartono. Robby menilai sudah saatnya Irwan menampilkan performa yang lebih baik dengan terlebih dulu memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Gilang Angga dkk. mampu memenuhi target waktu yang telah ditetapkan pelatih fisik Entang Hermanu yang meminta mereka melakukan sprint jarak pendek yang bervariasi mulai dari 10, 20, 30, hingga 40 meter.
"Sengaja saya nilai kecepatan mereka saat melakukan lari jarak pendek karena memang jarak-jarak itulah yang sering dilakukan selama bermain sepak bola," ucap Entang.
Entang merinci target waktu setiap jaraknya, 10 meter idealnya dilakukan dalam rentang waktu 1,6-1,8 detik, 20 meter (2,75-3,1 detik), 30 meter (4,2-4,5 detik), dan 40 meter (5,1-5,2 detik). Mayoritas skuad "Pangeran Biru" menyelesaikannya di antara rentang waktu tersebut.
Capaian waktu yang sesuai dengan target tersebut, disebut Entang, juga berarti reaksi pemain sudah cukup baik. Hanya, untuk dapat mencapai kemampuan optimal, setidaknya masih dibutuhkan waktu hingga dua pekan mendatang. Itu berarti saat uji coba melawan Persikabo Bogor Selasa (10/11), pemain Persib belum dalam performa terbaiknya.
"Padahal Persikabo merupakan tim yang cukup kuat dan pasti akan memberikan perlawanan sengit. Tetapi mudah-mudahan saja dengan menghadapi tim seperti itu, pemain justru akan terpacu untuk meningkatkan kemampuannya lebih cepat daripada target yang ditetapkan," tutur Entang.
Lini tengah membaik
Sementara itu, asisten pelatih Robby Darwis mengatakan lini tengah Persib saat ini sudah mulai solid. Kedatangan pemain asal Thailand Suchao Nutnum menjadi salah satu kuncinya. Mantan pemain TOT FC itu memiliki kemampuan yang sama baiknya sebagai gelandang sayap atau gelandang serang.
Robby pun mengaku kini tidak terlalu khawatir dengan hukuman PSSI yang melarang Hariono dan Gilang Angga bermain di pertandingan melawan Pelita Jaya Karawang.
"Nanti kita bisa pasang Suchao, Eka, Cucu, dan Atep di lini tengah. Saat meladeni perlawanan Persitara yang harus menyimpan Eka Ramdani, Cristian Gonzales, dan Hilton Moriera, posisi yang ditinggalkan Eka bisa diisi Suchao," tutur Robby.
Hanya, ia mengatakan, ofisial akan berupaya meminta keringanan kepada PT Liga Indonesia supaya Hilton dan Gonzales tidak dilarang bermain dalam satu pertandingan yang sama. Sebab, itu akan membuat serangan Persib tumpul setelah hanya menyisakan Budi Sudarsono sebagai ujung tombak utama.
Dalam kesempatan tersebut, Robby pun mengevaluasi khusus penampilan Irwan Wijasmara yang sebelumnya dinilai masih belum konsisten oleh pelatih Jaya Hartono. Robby menilai sudah saatnya Irwan menampilkan performa yang lebih baik dengan terlebih dulu memunculkan motivasi dari dalam diri sendiri.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Jaya Fokus pada Kecepatan Bermain
Setelah menghadapi perlawanan yang cukup berat pada pertandingan uji coba kontra Persib U-21 di Stadion Siliwangi, Kamis (5/11), pemain Persib Bandung akan mulai difokuskan pada pembentukan kecepatan bermain. Pelatih Jaya Hartono mengatakan, saat melakoni partai uji coba tersebut, pemain memang belum dibentuk kecepatan bermainnya.
"Saya kira lawan pertama kami itu tidak terlalu berat, nyatanya justru menyulitkan. Sepanjang pertandingan yang tempo permainannya konstan, mereka terus memberikan perlawanan. Pemain yang masih kaku gerakannya setelah dua minggu difokuskan pada pembentukan kekuatan ototnya menjadi cukup kerepotan meladeni perlawanan yang diperagakan juniornya," tutur Pelatih Persib Jaya Hartono seusai sesi latihan Jumat (6/11) sore.
Sesi latihan tersebut hanya diisi materi ringan yang suasananya cenderung lebih santai. Seusai melakukan jogging, gerakan pemanasan, serta sesi wajib berlatih 4-2, pemain hanya melakukan permainan bola tangan yang sesekali diselingi canda tawa.
Jaya memang sengaja tidak membebankan materi latihan yang terlalu berat, karena saat ini pemain tengah dalam masa transisi. Latihan pembentukan kecepatan pemain baru akan diberikannya Sabtu (7/11) ini di Lintasan Atletik GOR Pajajaran Bandung.
Selain melatih kecepatan, pemain juga akan dilatih kelenturannya sehingga gerakan saat bermain bisa lebih luwes lagi. Kelenturan gerak ini yang belum terlihat di partai uji coba kemarin. Akibatnya, pemain masih kelihatan sulit berimprovisasi saat membangun serangan.
Kecepatan dan kelenturan ini, Jaya harap, bisa segera terbentuk. Sebab, partai uji coba kedua melawan Persikabo Bogor pada Selasa (10/11) mendatang diprediksi akan memberikan kesulitan yang lebih berat.
"Hasil uji coba pertama dan kedua nantinya akan dievaluasi supaya segera mengetahui apa yang harus dibenahi sebelum harus menjalani lanjutan kompetisi," ucap Jaya yang berharap empat pemainnya yang saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan tim Merah Putih dapat beradaptasi dalam waktu singkat.
Jaya mencontohkan pemain baru Persib yang juga memperkuat tim nasional Thailand Suchao Nutnum mampu melakukan adaptasi cepat tersebut. "Memang sudah seharusnya pemain sekelas timnas memiliki kemampuan seperti itu," ucapnya.
Suchao sendiri telah kembali ke negaranya bersama Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool untuk bersiap bersama timnas Thailand yang akan melawan Singapura pada Pra Piala Asia 2011 pada 14 dan 18 November mendatang. Keduanya dijanjikan akan kembali bergabung dengan skuad "Pangeran Biru" pada 19 November.
Cecep ultah
Suasana latihan Persib yang berlangsung santai sore kemarin menjadi makin akrab setelah skuad "Pangeran Biru" mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun ke-34 kiper Supriyatna. Tradisi yang sudah pasti terjadi setiap kali ada punggawa Persib berulang tahun pun tak terlewatkan dilakukan. Apalagi kalau bukan perang telur. Kali ini dengan sedikit variasi taburan kopi bubuk.
Lemparan telur dan kopi yang datang bertubi-tubi dari rekannya yang lain langsung membuat penampilan Cecep tak keruan. Kepala pelontosnya menghitam seketika, tetapi bau anyir yang tercium saat berada di dekatnya.
Sadar usianya kini tak muda lagi, Cecep pun tidak mengharapkan sesuatu yang terlalu muluk. Ia hanya ingin di pengujung kariernya sebagai kiper, prestasi membanggakan bisa diraih.
"Mudah-mudahan saja prestasi tersebut bisa saya raih bersama Persib, apalagi melihat materi yang ada saat ini rasanya wajar kalau kita membidik gelar juara," ucapnya.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
"Saya kira lawan pertama kami itu tidak terlalu berat, nyatanya justru menyulitkan. Sepanjang pertandingan yang tempo permainannya konstan, mereka terus memberikan perlawanan. Pemain yang masih kaku gerakannya setelah dua minggu difokuskan pada pembentukan kekuatan ototnya menjadi cukup kerepotan meladeni perlawanan yang diperagakan juniornya," tutur Pelatih Persib Jaya Hartono seusai sesi latihan Jumat (6/11) sore.
Sesi latihan tersebut hanya diisi materi ringan yang suasananya cenderung lebih santai. Seusai melakukan jogging, gerakan pemanasan, serta sesi wajib berlatih 4-2, pemain hanya melakukan permainan bola tangan yang sesekali diselingi canda tawa.
Jaya memang sengaja tidak membebankan materi latihan yang terlalu berat, karena saat ini pemain tengah dalam masa transisi. Latihan pembentukan kecepatan pemain baru akan diberikannya Sabtu (7/11) ini di Lintasan Atletik GOR Pajajaran Bandung.
Selain melatih kecepatan, pemain juga akan dilatih kelenturannya sehingga gerakan saat bermain bisa lebih luwes lagi. Kelenturan gerak ini yang belum terlihat di partai uji coba kemarin. Akibatnya, pemain masih kelihatan sulit berimprovisasi saat membangun serangan.
Kecepatan dan kelenturan ini, Jaya harap, bisa segera terbentuk. Sebab, partai uji coba kedua melawan Persikabo Bogor pada Selasa (10/11) mendatang diprediksi akan memberikan kesulitan yang lebih berat.
"Hasil uji coba pertama dan kedua nantinya akan dievaluasi supaya segera mengetahui apa yang harus dibenahi sebelum harus menjalani lanjutan kompetisi," ucap Jaya yang berharap empat pemainnya yang saat ini tengah mengikuti pemusatan latihan tim Merah Putih dapat beradaptasi dalam waktu singkat.
Jaya mencontohkan pemain baru Persib yang juga memperkuat tim nasional Thailand Suchao Nutnum mampu melakukan adaptasi cepat tersebut. "Memang sudah seharusnya pemain sekelas timnas memiliki kemampuan seperti itu," ucapnya.
Suchao sendiri telah kembali ke negaranya bersama Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool untuk bersiap bersama timnas Thailand yang akan melawan Singapura pada Pra Piala Asia 2011 pada 14 dan 18 November mendatang. Keduanya dijanjikan akan kembali bergabung dengan skuad "Pangeran Biru" pada 19 November.
Cecep ultah
Suasana latihan Persib yang berlangsung santai sore kemarin menjadi makin akrab setelah skuad "Pangeran Biru" mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun ke-34 kiper Supriyatna. Tradisi yang sudah pasti terjadi setiap kali ada punggawa Persib berulang tahun pun tak terlewatkan dilakukan. Apalagi kalau bukan perang telur. Kali ini dengan sedikit variasi taburan kopi bubuk.
Lemparan telur dan kopi yang datang bertubi-tubi dari rekannya yang lain langsung membuat penampilan Cecep tak keruan. Kepala pelontosnya menghitam seketika, tetapi bau anyir yang tercium saat berada di dekatnya.
Sadar usianya kini tak muda lagi, Cecep pun tidak mengharapkan sesuatu yang terlalu muluk. Ia hanya ingin di pengujung kariernya sebagai kiper, prestasi membanggakan bisa diraih.
"Mudah-mudahan saja prestasi tersebut bisa saya raih bersama Persib, apalagi melihat materi yang ada saat ini rasanya wajar kalau kita membidik gelar juara," ucapnya.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Jumat, 06 November 2009
Suchao Datang, Dhian Dicoret

Kendati sudah mengontraknya selama satu musim dan mendaftarkan namanya ke PT Liga Indonesia (PT LI), tanpa banyak gembar-gembor Persib Bandung mencoret A. Dhian Fachrudin dari skuadnya. Keputusan pemutusan kontrak mantan pemain Sriwijaya FC Palembang itu dilakukan manajemen tim Persib pada Rabu (4/11) malam.
"Kita sudah memutuskan untuk melepas Dhian. Keputusannya kemarin (Rabu, 4/11, red)," kata pelatih Persib, Jaya Hartono, usai pertandingan uji coba melawan Persib U-21 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (5/11), ketika para wartawan menanyakan keberadaan Dhian yang tidak muncul dalam pertandingan tersebut.
Dikatakan Jaya, pencoretan Dhian dari daftar skuadnya karena ia menilai kualitas permainannya tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Dikatakan Jaya, pada saat proses pencarian pemain dilakukan, ia berharap, kualitas Dhian lebih baik dari pemain saya yang sudah ada, yaitu Irwan Wijasmara.
"Tapi kenyataannya, permainan Dhian ternyata tidak lebih baik dari Irwan. Secara teknis, Irwan lebih bagus, meskipun keseimbangannya dalam menyerang dan bertahan masih harus diperbaiki. Atas pertimbangan itulah, kita memutuskan untuk melepas Dhian," ujar Jaya.
Karena Suchao
Pencoretan Dhian itu dibenarkan oleh Manajer Persib, H. Umuh Muchtar. Selain persoalan kualitas, Umuh tidak membantah kalau pencoretan Dhian tidak lepas dari kehadiran Suchao Nuchnum yang penampilannya jauh lebih baik.
"Sekarang di posisi sayap sudah ada Suchao. Jadi, kita mencoret Dhian karena terjadi penumpukan pemain di sayap. Meskipun demikian, kita melakukan pencoretan secara baik-baik dengan pihak Dhian," kata Umuh.
Karena sudah ada ikatan kontrak, Umuh membenarkan, Persib harus mengeluarkan kompensasi atas pemutusan kontrak Dhian tersebut. "Tapi karena semuanya dibicarakan baik-baik, sejauh ini tidak ada masalah dengan Dhian," ujar Umuh.
Dengan dicoretnya Dhian, berarti Persib tinggal memiliki 22 pemain untuk mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 ini.
Source: http://www.klik-galamedia.com
Terusik, Jaya Hardik Bobotoh
Merasa kewenangan dan integritasnya sebagai seorang pelatih terusik, pelatih Persib Bandung, Jaya Hartono sempat menghardik seorang bobotoh yang duduk di bench lantaran turut berteriak-teriak, memintanya mengganti pemain yang tampil buruk pada saat menghadapi Persib U-21 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (5/11).
Insiden itu juga dipicu kegaduhan di dalam bench, baik oleh teriakan bobotoh yang merangsek hingga ke pinggir lapangan maupun pembicaraan di luar konteks sepak bola dengan suara yang cukup keras.
"Kamu bilang apa? Ganti? Yang tahu tim ini saya!" hardik Jaya sambil mendatangi bobotoh yang entah bagaimana bisa duduk di dalam bench Persib. Dengan wajah merah padam, Jaya bersama ofisial tim Persib lainnya, mengusir bobotoh itu dari bangku cadangan. Manajer Persib, H. Umuh Muchtar sempat mengejar Jaya untuk meredam emosinya.
Berdasarkan pengamatan "GM", Jaya terlihat mulai tidak nyaman dengan teriak-teriakan bobotoh yang meminta pergantian pemain pada saat sebagian besar pemain yang ada di lapangan tampil di bawah form. Suasana itu semakin tidak kondusif karena di dalam bench sendiri terjadi kegaduhan yang cukup mengganggu konsentrasi Jaya dalam menganalisis pertandingan.
"Bukan hanya pemain yang butuh konsentrasi, tapi juga pelatih. Kalau suasananya ribut-ribut seperti itu, bagaimana kita bisa menganalisis dan mengevaluasi permainan," ujar Jaya.
Dikatakan, ia bukannya tidak mau melakukan pergantian pemain. Tapi, katanya, hal itu tidak bisa dilakukan karena dalam pertandingan itu, ia tidak memiliki pemain cadangan, kecuali dua penjaga gawang dan Gilang Angga Kusumah. "Airlangga, Aji (Nurpijal), Chandra (Yusuf Ahmad) cedera. Atep tidak bisa main karena istrinya melahirkan, apakah mereka (bobotoh, red) tahu itu," katanya.
Menang 4-0
Dalam pertandinga uji coba ini, Jaya menurunkan formasi Sintaveechai "Kosin" Hathairattanakool (kiper), Wildansyah, Cristian Rene, Edi Hafid Murtado (belakang), Irwan Wijasmara, Cucu Hidayat, Munadi, Suchao Nuchnum (tengah), Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono (depan). Sedangkan di bangku cadangan cuma tersisa dua kiper Cecep Supriyatna, Dedi Haryanto (kiper) dan Gilang Angga.
Meski hampir semua pemain tampil buruk di babak pertama, Persib akhirnya bisa menang 4-0 dalam pertandingan ini. Empat gol Persib yang bersarang di gawang Persib U-21 yang dijaga Rizky Bagja dicetak Cristian Gonzales menit 50 dan 55, Suchao Nuchnum menit 83, dan Budi Sudarsono menit 89.
Meski bisa mengimbangi permainan seniornya, Persib U-21 tidak banyak melakukan tekanan. Namun beberapa peluang mencetak gol sempat didapatkan para pemain Persib U-21, termasuk kesempatan terbaik yang didapatkan Devi Aditya pada menit 73. Namun peluang Persib U-21 itu bisa dimentahkan Kosin.
Selanjutnya, Persib akan melakukan pertandingan uji coba dengan Persikabo Kab. Bogor di Cibinong, Selasa (10/11) mendatang.
Source: http://www.klik-galamedia.com
Insiden itu juga dipicu kegaduhan di dalam bench, baik oleh teriakan bobotoh yang merangsek hingga ke pinggir lapangan maupun pembicaraan di luar konteks sepak bola dengan suara yang cukup keras.
"Kamu bilang apa? Ganti? Yang tahu tim ini saya!" hardik Jaya sambil mendatangi bobotoh yang entah bagaimana bisa duduk di dalam bench Persib. Dengan wajah merah padam, Jaya bersama ofisial tim Persib lainnya, mengusir bobotoh itu dari bangku cadangan. Manajer Persib, H. Umuh Muchtar sempat mengejar Jaya untuk meredam emosinya.
Berdasarkan pengamatan "GM", Jaya terlihat mulai tidak nyaman dengan teriak-teriakan bobotoh yang meminta pergantian pemain pada saat sebagian besar pemain yang ada di lapangan tampil di bawah form. Suasana itu semakin tidak kondusif karena di dalam bench sendiri terjadi kegaduhan yang cukup mengganggu konsentrasi Jaya dalam menganalisis pertandingan.
"Bukan hanya pemain yang butuh konsentrasi, tapi juga pelatih. Kalau suasananya ribut-ribut seperti itu, bagaimana kita bisa menganalisis dan mengevaluasi permainan," ujar Jaya.
Dikatakan, ia bukannya tidak mau melakukan pergantian pemain. Tapi, katanya, hal itu tidak bisa dilakukan karena dalam pertandingan itu, ia tidak memiliki pemain cadangan, kecuali dua penjaga gawang dan Gilang Angga Kusumah. "Airlangga, Aji (Nurpijal), Chandra (Yusuf Ahmad) cedera. Atep tidak bisa main karena istrinya melahirkan, apakah mereka (bobotoh, red) tahu itu," katanya.
Menang 4-0
Dalam pertandinga uji coba ini, Jaya menurunkan formasi Sintaveechai "Kosin" Hathairattanakool (kiper), Wildansyah, Cristian Rene, Edi Hafid Murtado (belakang), Irwan Wijasmara, Cucu Hidayat, Munadi, Suchao Nuchnum (tengah), Hilton Moreira, Cristian Gonzales, dan Budi Sudarsono (depan). Sedangkan di bangku cadangan cuma tersisa dua kiper Cecep Supriyatna, Dedi Haryanto (kiper) dan Gilang Angga.
Meski hampir semua pemain tampil buruk di babak pertama, Persib akhirnya bisa menang 4-0 dalam pertandingan ini. Empat gol Persib yang bersarang di gawang Persib U-21 yang dijaga Rizky Bagja dicetak Cristian Gonzales menit 50 dan 55, Suchao Nuchnum menit 83, dan Budi Sudarsono menit 89.
Meski bisa mengimbangi permainan seniornya, Persib U-21 tidak banyak melakukan tekanan. Namun beberapa peluang mencetak gol sempat didapatkan para pemain Persib U-21, termasuk kesempatan terbaik yang didapatkan Devi Aditya pada menit 73. Namun peluang Persib U-21 itu bisa dimentahkan Kosin.
Selanjutnya, Persib akan melakukan pertandingan uji coba dengan Persikabo Kab. Bogor di Cibinong, Selasa (10/11) mendatang.
Source: http://www.klik-galamedia.com
Atep Ayah Nakisha Amira Grabiela

GELANDANG Persib Bandung, Atep tak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang tengah dirasakannya. Binar kebahagiaan terpancar dari wajahnya ketika dijumpai sejumlah wartawan di Rumah Sakit Bersalin Limijati Bandung, Kamis (5/11) petang.
Dengan senyum lebar yang tak henti-henti menghiasi wajahnya, pemuda asal Cianjur tersebut berucap mantap, "Alhamdulillah, sekarang sudah jadi bapak." Lengkap sudah rasanya kebahagiaan Atep dengan kelahiran putri pertamanya itu.
Bayi mungil berbobot 2,65 kg dan panjang 48 cm itu lahir ke dunia pada Kamis (5/11) pukul 17.13 WIB. Ketika skuad "Pangeran Biru" tengah berjuang meladeni perlawanan Persib U-21 di Stadion Siliwangi Bandung, Atep pun mendampingi perjuangan sang istri Lilis Yumaini di meja persalinan.
"Sangat menegangkan, lebih-lebih daripada bermain bola. Niatnya mau merekam proses kelahiran juga terpaksa batal. Tetapi, saya benar-benar salut dengan perjuangan istri saya. Walaupun kata bidan persalinannya terbilang cepat, saya rasa prosesnya kok lama sekali, padahal itu pun hanya menemani," tutur Atep.
Setelah melalui perjuangan berat, buah cinta Atep dan Lilis yang menikah pada 7 Maret 2009 itu akhirnya lahir dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Bayi perempuan yang sudah diketahui jenis kelaminnya sejak masih berusia tujuh bulan dalam kandungan itu kemudian diberi nama Nakisha Amira Grabiela.
Menurut Atep, nama yang telah dipersiapkannya dengan sang istri sejak jauh-jauh hari itu berarti putri bangsawan yang sempurna. Besar harapannya agar arti dari nama yang disandang sang bayi bisa benar-benar tercapai di kemudian hari.
Saat ini Atep belum menentukan, akan diarahkan menjadi apa putrinya kelak. "Namun, kalau jadi pemain sepak bola seperti ayahnya sepertinya tidak. Masa anak perempuan disuruh jadi atlet sepak bola," ucapnya. Selamat atas kelahiran putrinya, Tep. Selamat menjadi bapak juga!
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Pemain Persib Masih Kaku
Sentuhan bola skuad "Pangeran Biru" masih kaku setelah selama dua pekan terakhir dijejali program peningkatan kemampuan fisik. Pelatih Jaya Hartono menilai hal tersebut wajar karena pemain tengah dalam masa transisi. Lagi pula ia memberikan latihan secara bertahap, sehingga belum semua materi disampaikan kepada pemain.
"Kami akan evaluasi hasil pertandingan kali ini untuk melakukan pembenahan-pembenahan supaya saat uji coba melawan Persikabo Bogor nanti pemain bisa memeragakan permainan yang lebih baik lagi," ucap Jaya seusai pertandingan uji coba melawan Persib U-21 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (5/11) sore.
Pada pertandingan ini Persib menang 4-0 (0-0) berkat dua gol Cristian Gonzales (menit ke-50, `55), Suchao Nutnum (`83), dan Budi Sudarsono (`89).
Jaya menggunakan formasi 3-4-3. Tiga pemain belakang dipercayakan kepada Christian Rene Martinez, Wildansyah, dan Edi Hafid. Lini tengah ditempati Suchao (sayap kanan), Irwan Wijasmara (sayap kiri). Munadi ditugaskan menjadi gelandang bertahan, sedangkan Cucu Hidayat dipercaya menjadi gelandang serang. Ujung tombak serangan dipercayakan kepada trio Hilton Moreira, Budi Sudarsono, dan Cristian Gonzales. Sementara jala gawang dikawal Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool.
Pada 45 menit pertama, Persib kesulitan mengembangkan permainan karena mendapatkan perlawanan dari pemain Persib U-21. Persib masih memiliki peluang melalui Gonzales dan Hilton. "Saya salah perhitungan, terlalu menganggap remeh lawan. Nyatanya mereka memberikan perlawanan yang cukup sengit," ucap Jaya.
Pada babak kedua, Jaya menarik Munadi dan menggantinya dengan Gilang Angga. Gilang diposisikannya sebagai gelandang sayap kanan, Suchao yang sebelumnya berada di posisi tersebut menjadi gelandang serang, Cucu menjadi gelandang bertahan. Strategi ini berhasil. Irama permainan Persib mulai berkembang. Pertandingan pun berjalan lebih menarik.
Pada menit ke-50, Suchao tampil sebagai inspirator terciptanya gol yang membuat Persib unggul. Umpan tariknya disambut dengan sundulan Gonzales langsung ke arah gawang tanpa mampu dihentikan kiper.
Lima menit berselang, Gonzales kembali membobol gawang Bagja. Gonzales yang menerima bola jauh kiriman Cucu Hidayat berhasil meloloskan diri dari jebakan offside dan menggiring bola sendirian hingga tinggal berhadapan dengan kiper.
Namun, bola yang dilesakkannya masih sanggup ditepis kiper. Beruntung ada Budi yang siap mencocor bola muntah tersebut. Akan tetapi, lagi-lagi bola sanggup ditepis Bagja, sebelum akhirnya Gonzales hadir memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menyarangkan si kulit bundar.
Suchao menjadi pencetak gol ketiga, memanfaatkan bola muntah setelah tembakan Hilton hasil umpan silang Irwan tidak dapat ditangkap kiper dengan sempurna. Gol yang diciptakan Budi setelah menerima umpan Gonzales menutup pertandingan dalam kedudukan 4-0.
Menanggapi permainan Suchao di pertandingan kali ini, lagi-lagi, Jaya tak dapat menutupi rasa puasnya. "Mobilitas Suchao benar-benar bagus, ia tahu harus menempatkan dirinya di mana setelah membaca pergerakan bola. Fisik dia juga bagus, tanpa diinstruksikan dia bisa menjelajah lapangan mengikuti alur serangan yang tengah dibangun. Dia benar-benar lebih menonjol naluri menyerangnya," tutur Jaya.
Atas dasar kemampuan memukau Suchao itu pula Jaya yang kemudian bersepakat dengan manajemen akhirnya memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Dhian Fachrudin. Pemain asal Persela Lamongan tersebut hanya mengikuti sesi latihan hingga Rabu (4/11) sore dan tidak tampak di pertandingan melawan Persib U-21.
Persib U-21
Sementara itu, berdasarkan jadwal yang dikelurkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Persib U-21 akan memainkan pertandingan pertama dengan laga tandang melawan Pelita Jaya 28 November mendatang. Pada Kompetisi LSI U-21, dibagi tiga grup. Grup I dihuni Sriwijaya FC, Persib, PSPS, Persija, Persitara, Pelita Jaya. Grup 2: Persijap, Persela, Persik, Persebaya, Arema, Persema. Grup 3: Bontang FC, Persisam, Persiba, PSM, Persipura, Persiwa.
Berikut jadwal pertandingan Persib: Sabtu (28/11) Pelita-Persib, Sabtu (12/12) Sriwijaya FC-Persib, Rabu (18/11) Persitara-Persib, Sabtu (9/1) Persib-Persija, Selasa (12/1) Persib-PSPS.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
"Kami akan evaluasi hasil pertandingan kali ini untuk melakukan pembenahan-pembenahan supaya saat uji coba melawan Persikabo Bogor nanti pemain bisa memeragakan permainan yang lebih baik lagi," ucap Jaya seusai pertandingan uji coba melawan Persib U-21 di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (5/11) sore.
Pada pertandingan ini Persib menang 4-0 (0-0) berkat dua gol Cristian Gonzales (menit ke-50, `55), Suchao Nutnum (`83), dan Budi Sudarsono (`89).
Jaya menggunakan formasi 3-4-3. Tiga pemain belakang dipercayakan kepada Christian Rene Martinez, Wildansyah, dan Edi Hafid. Lini tengah ditempati Suchao (sayap kanan), Irwan Wijasmara (sayap kiri). Munadi ditugaskan menjadi gelandang bertahan, sedangkan Cucu Hidayat dipercaya menjadi gelandang serang. Ujung tombak serangan dipercayakan kepada trio Hilton Moreira, Budi Sudarsono, dan Cristian Gonzales. Sementara jala gawang dikawal Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool.
Pada 45 menit pertama, Persib kesulitan mengembangkan permainan karena mendapatkan perlawanan dari pemain Persib U-21. Persib masih memiliki peluang melalui Gonzales dan Hilton. "Saya salah perhitungan, terlalu menganggap remeh lawan. Nyatanya mereka memberikan perlawanan yang cukup sengit," ucap Jaya.
Pada babak kedua, Jaya menarik Munadi dan menggantinya dengan Gilang Angga. Gilang diposisikannya sebagai gelandang sayap kanan, Suchao yang sebelumnya berada di posisi tersebut menjadi gelandang serang, Cucu menjadi gelandang bertahan. Strategi ini berhasil. Irama permainan Persib mulai berkembang. Pertandingan pun berjalan lebih menarik.
Pada menit ke-50, Suchao tampil sebagai inspirator terciptanya gol yang membuat Persib unggul. Umpan tariknya disambut dengan sundulan Gonzales langsung ke arah gawang tanpa mampu dihentikan kiper.
Lima menit berselang, Gonzales kembali membobol gawang Bagja. Gonzales yang menerima bola jauh kiriman Cucu Hidayat berhasil meloloskan diri dari jebakan offside dan menggiring bola sendirian hingga tinggal berhadapan dengan kiper.
Namun, bola yang dilesakkannya masih sanggup ditepis kiper. Beruntung ada Budi yang siap mencocor bola muntah tersebut. Akan tetapi, lagi-lagi bola sanggup ditepis Bagja, sebelum akhirnya Gonzales hadir memanfaatkan kemelut di depan gawang untuk menyarangkan si kulit bundar.
Suchao menjadi pencetak gol ketiga, memanfaatkan bola muntah setelah tembakan Hilton hasil umpan silang Irwan tidak dapat ditangkap kiper dengan sempurna. Gol yang diciptakan Budi setelah menerima umpan Gonzales menutup pertandingan dalam kedudukan 4-0.
Menanggapi permainan Suchao di pertandingan kali ini, lagi-lagi, Jaya tak dapat menutupi rasa puasnya. "Mobilitas Suchao benar-benar bagus, ia tahu harus menempatkan dirinya di mana setelah membaca pergerakan bola. Fisik dia juga bagus, tanpa diinstruksikan dia bisa menjelajah lapangan mengikuti alur serangan yang tengah dibangun. Dia benar-benar lebih menonjol naluri menyerangnya," tutur Jaya.
Atas dasar kemampuan memukau Suchao itu pula Jaya yang kemudian bersepakat dengan manajemen akhirnya memutuskan untuk membatalkan kontrak dengan Dhian Fachrudin. Pemain asal Persela Lamongan tersebut hanya mengikuti sesi latihan hingga Rabu (4/11) sore dan tidak tampak di pertandingan melawan Persib U-21.
Persib U-21
Sementara itu, berdasarkan jadwal yang dikelurkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia, Persib U-21 akan memainkan pertandingan pertama dengan laga tandang melawan Pelita Jaya 28 November mendatang. Pada Kompetisi LSI U-21, dibagi tiga grup. Grup I dihuni Sriwijaya FC, Persib, PSPS, Persija, Persitara, Pelita Jaya. Grup 2: Persijap, Persela, Persik, Persebaya, Arema, Persema. Grup 3: Bontang FC, Persisam, Persiba, PSM, Persipura, Persiwa.
Berikut jadwal pertandingan Persib: Sabtu (28/11) Pelita-Persib, Sabtu (12/12) Sriwijaya FC-Persib, Rabu (18/11) Persitara-Persib, Sabtu (9/1) Persib-Persija, Selasa (12/1) Persib-PSPS.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Mulai Mencuri Perhatian

MUDA dan berbakat. Itulah Munadi. Menjadi pemain termuda di tubuh skuad "Pangeran Biru" tak lantas menjadikan pemain kelahiran Bekasi 25 Januari 1989 itu harus selalu menghiasi bangku cadangan.
Kemampuannya yang cukup piawai beroperasi di sektor tengah membuatnya kerap memperoleh kepercayaan pelatih Jaya Hartono untuk menjadi starting eleven, seperti saat berlaga di turnamen Liga Jawa Timur beberapa waktu lalu. Saat itu, Jaya pun menilai Munadi hanya membutuhkan jam terbang untuk makin memantapkan modal bakat yang telah dimilikinya.
Meskipun ayah, kakak, serta pamannya menekuni sepak bola, Munadi kecil lebih tertarik untuk bergabung dengan klub sepeda motor, walaupun saat itu ia masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.
"Dulu memang bandel, masih kecil sudah berani bawa motor ke mana-mana. Malah sampai pulang malam pun berani. Namun, suatu waktu ketahuan sama orang tua dan dihukum tidak boleh bawa motor lagi. Saat itu orang tua pun memasukkan saya ke Sekolah Sepak Bola Tunas Patriot Bekasi," tuturnya.
Walaupun perkenalan Munadi dengan si kulit bundar berawal dari sebuah keterpaksaan, tetapi nyatanya minat pemain bernomor punggung 16 itu terhadap dunia sepak bola tumbuh dengan sendirinya. Bahkan kemampuan yang menonjol dibandingkan dengan rekannya yang lain, membuat pemain bertinggi badan 170 cm dan berat 60 kg itu memperoleh kesempatan bergabung dengan Persib U-21 yang menjadi pendamping Persib mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009.
"Saat direkrut ke Persib U-21 setelah melalui proses seleksi, rasanya senang sekali. Bisa memperkuat tim yang sudah diidolakan sedari kecil, serasa mimpi," ucapnya.
Kebahagiaan Munadi makin menjadi ketika selang setahun kemudian, ia bersama kiper Dedi Haryanto menjadi dua pemain Persib U-21 yang memperoleh kesempatan promosi ke tim senior.
"Rasanya seperti ketiban durian. Sempat tidak percaya juga saat diberi tahu. Tetapi ketika tahu itu benar adanya, saya bersyukur dan menjawab kepercayaan yang telah diberikan kepada saya dengan mencoba menampilkan kemampuan yang terbaik sambil terus menjaga kondisi," katanya.
Meski keseharian Munadi kebanyakan berkutat dengan si kulit bundar, ia tidak melalaikan kewajibannya yang lain untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Munadi kini tercatat sebagai mahasiswa semester satu Fakultas Hukum Universitas Islam Nusantara Bandung.
Sebisa mungkin Munadi mencocokkan kuliahnya dengan jadwal latihan. "Memang sulit, tetapi untung dosennya pengertian walau saya seringnya hanya bisa ikut mata kuliah jam pelajaran kedua," ucap pemain yang memiliki tendangan keras ini.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Kamis, 05 November 2009
Mematangkan Suchao di Kiri

Kemampuan organisasi pertahanan Persib Bandung akan diuji saat menghadapi Persib U-21 pada pertandingan uji coba yang akan digelar di Stadion Siliwangi Bandung, Kamis (5/11) pukul 15.30 WIB. Partai uji coba itu pun akan dimanfaatkan pelatih Jaya Hartono untuk makin mematangkan formasi 3-4-3 yang akan diterapkannya kepada tim selama mengarungi lanjutan kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.
"Untuk uji coba perdana, memang baru itu tujuannya. Saya ingin melihat kemampuan pemain menciptakan kerja sama melalui organisasi penyerangan setelah bertahan dan berhasil merebut bola," tutur Jaya seusai sesi latihan Rabu (4/11) sore di Stadion Persib Jln. Ahmad Yani Bandung.
Pelatih yang mengantarkan Persik Kediri menjuarai Liga Indonesia 2003 itu ingin pemain dapat memperagakan permainan bola yang bertransisi cepat dari bertahan ke menyerang. Ia yakin, bila serangan yang diperoleh setelah pemain berhasil merebut bola dibangun dengan baik sejak dari daerah pertahanan maka gol pun akan tercipta dengan sendirinya.
Optimisme Jaya akan serangan Persib yang makin tajam semakin melambung setelah ia melihat kemampuan dua gelandang sayapnya, Atep di kanan serta Suchao Nutnum di kiri, makin membanggakan.
"Kecepatan keduanya sangat mengagumkan dan itu bisa menjadi poin positif saat mereka memberikan umpan-umpan matang pada trio penyerang Hilton Moriera-Budi Sudarsono-Cristian Gonzales. Trio penyerang kita pun makin hari makin tajam dan meningkat kemampuannya," ucap Jaya.
Khusus mengenai Nutnum, Jaya menilai pemain asal Thailand itu memiliki kecenderungan lebih untuk menyerang. Itu tidak terlepas dari kebiasaannya bermain dengan formasi 4-4-2, sehingga ada pemain yang menjadi pelapisnya di lini belakang. Oleh karena itu, saat Nutnum menyerang, Jaya minta gelandang yang lain dapat mengisi posisi yang ditinggalkannya.
Saat di lapangan nanti, Jaya membebaskan pemain untuk berimprovisasi dalam membangun serangan. Serangan bisa dibangun dari sektor kiri, tengah, ataupun kanan karena kemampuan pemain di setiap sektor sama kuatnya. Wildansyah akan diberi mandat menjadi jenderal lapangan yang harus siap menentukan dari sektor mana serangan akan dibangun.
"Bukan tanpa alasan saya percayakan tugas tersebut kepada Wildan. Sebagai libero yang berada di bagian belakang lapangan, ia bisa melihat semua pemain yang ada di depannya, sehingga bisa mengarahkan rekannya untuk membangun serangan dari sektor yang lebih terbuka," tutur Jaya.
Pada uji coba nanti, formasi inti 3-4-3 yang diturunkannya akan diisi trio Christian Rene Martinez, Wildansyah, dan Edi Hafid di lini belakang. Sektor gelandang akan dikawal Suchao Nutnum, Cucu Hidayat, Munadi, dan Atep. Trio penyerang Budi-Hilton-Gonzales tetap dipercaya sebagai ujung tombak serangan. Sementara itu, jala gawang dijaga Sinthaweechai "Kosin" Hathairattanakool. Meski demikian, Jaya akan berusaha menurunkan pemain lainnya untuk mengukur juga kemampuan mereka, minus Aji Nurpijal, Airlangga, serta Chandra Yusuf yang tengah dibekap cedera.
Sementara itu, Pelatih Persib U-21 Mustika Hadi tidak menargetkan hal yang muluk dari partai uji coba ini. Ia hanya ingin anak buahnya memberikan perlawanan yang dapat menyulitkan para seniornya. Secara khusus, ia ingin melatih mental anak buahnya dalam kesempatan kali ini.
"ID card"
Wartawan yang akan meliput partai kandang Persib pada Kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 sudah bisa mendaftarkan diri di Kantor PT PBB Lantai 3, Jln. Sulanjana No.17 Bandung. Persyaratan yang harus dilengkapi adalah menyerahkan surat tugas dari kantor dan pas foto berwarna ukuran 3X4 dua buah. "Kami terpaksa membatasi jumlah ID card karena tempat yang disediakan terbatas, sehingga khusus bagi yang biasa meliput Persib," ujar Sekretaris Panpel, Budi Bram, di Bandung, Rabu (4/11).
Ia mengatakan, pelaksanaan pendaftaran mulai Kamis (5/11) hingga Jumat (13/11) pukul 10.30-16.OO WIB. Sabtu dan Minggu libur. Untuk pendaftaran bisa menghubungi Yadi Bambang Nurdiansyah. Jatah ID card media cetak masing-masing untuk 2 wartawan tulis dan 1 fotografer. Sementara itu, radio dan televisi mendapat jatah 1 ID card.
Source: http://www.pikiran-rakyat.com
Antisipasi Persib
Antisipasi dini sudah dilakukan manajemen tim Persib Bandung menyangkut kemungkinan diambilnya kembali Sinthaveechai "Kosin" Hathairattanakool dan Suchao Nuchnum oleh klub yang meminjamkannya pada akhir Februari mendatang. Meski kedua pemain tersebut baru bergabung, manajemen tim Persib mengaku sudah menyiapkan pengganti Kosin dan Suchao pada putaran kedua Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 mendatang.
"Sesuai dengan aturan, kesepakatan kita dengan Kosin dan Suchao tetap satu musim. Tapi karena statusnya pinjaman, mereka (klub pemiliknya, red) bisa saja mengambilnya pada akhir Februari nanti, sesuai kesepakatan kita. Karena itu, saat ini pun kita sudah siapkan penggantinya untuk mereka," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di sela-sela menyaksikan sesi latihan sore Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (3/11).
Kendati demikian, Umuh menolak menyebutkan nama dua calon pemain pengganti Kosin dan Suchao itu. Hanya saja, ia memastikan kedua pemain pengganti itu tetap pemain asing dari Asia. "Kalau soal nama dan asal negaranya, nanti saja kalau saatnya tiba. Bukankah kalian (wartawan, red) suka kejutan. Jadi, nanti saja diumumkannya," ujar Umuh.
Soal kualitas calon pengganti Kosin dan Suchao, Umuh memberikan garansi, kalau kualitas calon pemain pengganti itu tidak kalah. "Kalau lebih jelek buat apa. Paling tidak, kualitasnya sejajar dengan yang ada sekarang," katanya.
Source: http://www.klik-galamedia.com
"Sesuai dengan aturan, kesepakatan kita dengan Kosin dan Suchao tetap satu musim. Tapi karena statusnya pinjaman, mereka (klub pemiliknya, red) bisa saja mengambilnya pada akhir Februari nanti, sesuai kesepakatan kita. Karena itu, saat ini pun kita sudah siapkan penggantinya untuk mereka," kata Manajer Persib, H. Umuh Muchtar di sela-sela menyaksikan sesi latihan sore Persib di Stadion Siliwangi Bandung, Selasa (3/11).
Kendati demikian, Umuh menolak menyebutkan nama dua calon pemain pengganti Kosin dan Suchao itu. Hanya saja, ia memastikan kedua pemain pengganti itu tetap pemain asing dari Asia. "Kalau soal nama dan asal negaranya, nanti saja kalau saatnya tiba. Bukankah kalian (wartawan, red) suka kejutan. Jadi, nanti saja diumumkannya," ujar Umuh.
Soal kualitas calon pengganti Kosin dan Suchao, Umuh memberikan garansi, kalau kualitas calon pemain pengganti itu tidak kalah. "Kalau lebih jelek buat apa. Paling tidak, kualitasnya sejajar dengan yang ada sekarang," katanya.
Source: http://www.klik-galamedia.com
Suchao Nutnum Disambut Meriah

Skuad "Pangeran Biru" lengkap sudah. Kehadiran pemain tim nasional Thailand Suchao Nutnum pada sesi latihan Selasa (3/11) sore di Stadion Siliwangi Bandung menggenapi kuota 23 pemain Persib Bandung yang akan mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010.
Suchao datang bersama Manajer Persib Umuh Muchtar dan pemilik Sekolah Sepak Bola (SSB) Saint Prima Hasan Saputra, yang menjembatani perekrutan pemain Thailand tersebut. Kehadiran Suchao yang akan diposisikan sebagai pemain sayap kiri itu, langsung disambut tepuk tangan meriah ratusan bobotoh pada sesi latihan Persib.
Seolah ingin memuaskan bobotoh yang telah memberinya sambutan hangat, Suchao yang baru saja tiba dari Thailand pukul 12.00 WIB langsung mengganti pakaiannya dan bergabung bersama rekannya yang lain untuk mulai berlatih.
Dalam sesi latihan yang menggelar game internal, Suchao sudah berbaur dengan Hilton dkk. Beberapa kali ia memberikan umpan matang kepada rekannya atau bahkan mengeksekusi sendiri peluang yang diperolehnya hingga membuahkan gol. Ia bahkang terlibat duel seru dengan Atep.
Menanggapi aksi Suchao di latihan perdananya bersama Persib, Pelatih Jaya Hartono tak dapat menyembunyikan rasa puasnya. Ia optimistis kehadiran Suchao dapat mengisi kekosongan di tim yang selama ini tidak memiliki figur gelandang sayap kiri yang mumpuni.
"Saya lihat kemampuan dia sangat bagus, naluri golnya cukup tinggi. Ia juga memiliki visi permainan yang baik sehingga tahu kapan waktu yang tepat untuk memainkan bola panjang atau pendek. Kemampuannya membaca pergerakan pemain lain juga bagus," ucap Jaya melancarkan pujian bertubi-tubi.
Meski demikian, Jaya belum bisa memastikan akan memosisikan Suchao di mana. Di Tim Nasional Thailand, Suchao memainkan peran yang baik sebagai gelandang sayap kanan. Namun, pada game internal kemarin, jelas terlihat bahwa pemain asal TOT FC itu juga dapat memainkan peran yang sama baiknya saat harus disimpan di sektor kiri.
Jaya masih harus berkomunikasi dengan Suchao untuk menanyakan posisi mana yang memungkinkannya lebih leluasa bergerak. Jika memang di sektor kiri, Jaya akan mengimbangi sektor kanan dengan kehadiran Atep ataupun Gilang Angga.
Hasan Saputra yang beberapa kali menyimak langsung aksi Suchao ketika membela TOT FC pada Liga Premiere Thailand mengatakan, pemain kelahiran 17 Mei 1983 itu sangat unggul dalam hal kecepatan dan kemampuan tekniknya.
Sementara itu, dalam kondisi skuad yang sudah lengkap, Umuh meminta pemain agar terus meningkatkan kemampuannya. Ia pun meminta tidak timbul kecemburuan di kalangan pemain yang merasa dirinya lebih unggul dan lebih pantas menjadi tim inti. "Tidak ada istilah pemain inti atau cadangan. Semua statusnya sama. Oleh karena itu, harus sama-sama menampilkan kemampuan terbaiknya. Hanya yang berkemampuan baik pantas mengisi tim inti," tutur Umuh.
Kondusif
Setelah dipindahkan ke Stadion Siliwangi, latihan skuad "Pangeran Biru" berjalan kondusif. Pemain bisa berkonsentrasi dengan baik saat melaksanakan tahapan demi tahapan latihan. Penonton pun bersikap tertib dengan duduk di tribun yang telah disediakan, tanpa harus meluber hingga pinggir lapangan. Selanjutnya, Persib pun berencana menggelar sesi latihan sore di Stadion Siliwangi setiap harinya, sedangkan latihan pagi tetap dilakukan di Stadion Persib, Jalan Ahmad Yani Bandung.
Sementara itu, partai uji coba melawan tim Porda Kota Bandung yang akan menjadi Persib U-21 akan digelar di Stadion Siliwangi. Satu partai uji coba lain akan digelar di Stadion Cibinong Bogor ketika Persib akan menjajal kekuatan tuan rumah Persikabo Bogor pada Selasa (10/11) mendatang
http://www.pikiran-rakyat.com
Lebih lengkap lagi kunjungi bobotoh
Langganan:
Komentar (Atom)
