Jumat, 06 November 2009

Mulai Mencuri Perhatian


MUDA dan berbakat. Itulah Munadi. Menjadi pemain termuda di tubuh skuad "Pangeran Biru" tak lantas menjadikan pemain kelahiran Bekasi 25 Januari 1989 itu harus selalu menghiasi bangku cadangan.

Kemampuannya yang cukup piawai beroperasi di sektor tengah membuatnya kerap memperoleh kepercayaan pelatih Jaya Hartono untuk menjadi starting eleven, seperti saat berlaga di turnamen Liga Jawa Timur beberapa waktu lalu. Saat itu, Jaya pun menilai Munadi hanya membutuhkan jam terbang untuk makin memantapkan modal bakat yang telah dimilikinya.

Meskipun ayah, kakak, serta pamannya menekuni sepak bola, Munadi kecil lebih tertarik untuk bergabung dengan klub sepeda motor, walaupun saat itu ia masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.

"Dulu memang bandel, masih kecil sudah berani bawa motor ke mana-mana. Malah sampai pulang malam pun berani. Namun, suatu waktu ketahuan sama orang tua dan dihukum tidak boleh bawa motor lagi. Saat itu orang tua pun memasukkan saya ke Sekolah Sepak Bola Tunas Patriot Bekasi," tuturnya.

Walaupun perkenalan Munadi dengan si kulit bundar berawal dari sebuah keterpaksaan, tetapi nyatanya minat pemain bernomor punggung 16 itu terhadap dunia sepak bola tumbuh dengan sendirinya. Bahkan kemampuan yang menonjol dibandingkan dengan rekannya yang lain, membuat pemain bertinggi badan 170 cm dan berat 60 kg itu memperoleh kesempatan bergabung dengan Persib U-21 yang menjadi pendamping Persib mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) 2008-2009.

"Saat direkrut ke Persib U-21 setelah melalui proses seleksi, rasanya senang sekali. Bisa memperkuat tim yang sudah diidolakan sedari kecil, serasa mimpi," ucapnya.

Kebahagiaan Munadi makin menjadi ketika selang setahun kemudian, ia bersama kiper Dedi Haryanto menjadi dua pemain Persib U-21 yang memperoleh kesempatan promosi ke tim senior.

"Rasanya seperti ketiban durian. Sempat tidak percaya juga saat diberi tahu. Tetapi ketika tahu itu benar adanya, saya bersyukur dan menjawab kepercayaan yang telah diberikan kepada saya dengan mencoba menampilkan kemampuan yang terbaik sambil terus menjaga kondisi," katanya.

Meski keseharian Munadi kebanyakan berkutat dengan si kulit bundar, ia tidak melalaikan kewajibannya yang lain untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Munadi kini tercatat sebagai mahasiswa semester satu Fakultas Hukum Universitas Islam Nusantara Bandung.

Sebisa mungkin Munadi mencocokkan kuliahnya dengan jadwal latihan. "Memang sulit, tetapi untung dosennya pengertian walau saya seringnya hanya bisa ikut mata kuliah jam pelajaran kedua," ucap pemain yang memiliki tendangan keras ini.

Source: http://www.pikiran-rakyat.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar